Patriot Palapa, Kota Bekasi — Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik kembali menjadi sorotan publik sebagai harapan baru bagi penyelesaian krisis persampahan Kota Bekasi. Di tengah timbunan sampah harian yang mencapai 1.800 ton, DPRD Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh percepatan realisasi proyek strategis nasional tersebut.
Bagi Kota Bekasi, PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan lompatan peradaban yang dapat mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang energi terbarukan.
DPRD Kawal Percepatan Realisasi PSEL: Dari Krisis Menuju Solusi Berkelanjutan
Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, H. Anton, menyampaikan bahwa proyek PSEL memiliki kemampuan menurunkan volume sampah hingga 1.000 ton per hari, sebuah capaian yang sangat signifikan untuk mengurai masalah yang selama ini menekan berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Kita mendukung penuh PSEL. Ini adalah proyek strategis nasional yang dikelola oleh Danantara, dan saya optimis prosesnya dapat berjalan lancar,” ujarnya usai ditemui di DPRD Kota Bekasi, Selasa (18/11/25).
Sebagai putra asli Bantar Gebang — wilayah yang selama puluhan tahun bersentuhan langsung dengan problematika sampah — Anton memahami betul urgensi percepatan proyek ini. Namun, ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang harus diantisipasi sejak awal.
“Tantangannya adalah regulasi dan proses AMDAL yang panjang. Tetapi saya yakin masyarakat akan mendukung program PSN ini karena manfaatnya sangat besar untuk keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Fokus DPRD: Akses Jalan, Pembebasan Lahan, dan Konektivitas Kawasan
Selain proses teknis PSEL, DPRD juga menyoroti aspek pendukung yang tidak kalah penting: akses jalan menuju lokasi proyek. Menurut Anton, jalur eksisting saat ini terlalu sempit dan berpotensi menghambat operasional PSEL maupun mobilitas warga sekitar.
“Untuk keberlanjutan proyek, kita akan kawal pembangunan akses jalan baru sepanjang 250 meter. Rencana pembebasan lahannya juga menjadi prioritas agar mobilitas tidak terhambat,” tegasnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa DPRD tidak hanya melihat PSEL dari sisi teknis, tetapi juga memastikan ekosistem pendukungnya siap dalam jangka panjang.
Proyek Strategis yang Mengubah Sampah Menjadi Energi Masa Depan
PSEL Ciketing Udik diharapkan menjadi game changer dalam tata kelola sampah Kota Bekasi. Selain mengurangi beban TPA Sumur Batu dan Bantar Gebang, proyek ini juga:
- Menghasilkan energi listrik dari sampah,
- Mengurangi polusi udara & pencemaran tanah,
- Mendorong efisiensi biaya operasional pengelolaan sampah,
- Menjadi bagian dari komitmen nasional menuju energi terbarukan.
Dengan kata lain, PSEL bukan hanya menjawab persoalan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
DPRD Kota Bekasi Berkomitmen Hadir untuk Lingkungan
Dalam keterangan penutupnya, Anton menegaskan bahwa DPRD Kota Bekasi akan terus berdiri di garda depan dalam mengawal setiap proses — mulai dari pembahasan, penganggaran, hingga pengawasan lapangan.
“Ini bukan sekadar proyek, tapi investasi masa depan. Kita ingin Kota Bekasi punya sistem pengelolaan sampah yang modern, manusiawi, dan ramah lingkungan,” tandasnya.
Dengan percepatan yang dilakukan, DPRD berharap PSEL Ciketing Udik dapat segera terealisasi dan memberi kontribusi besar bagi ketahanan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta energi terbarukan di tingkat nasional.
(ADV/DPRD)









