Patriot Palapa, Kota Bekasi – Gelombang desakan agar Pemerintah Kota Bekasi menunda gelaran Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) 2025 terus menguat, seiring duka mendalam yang menyelimuti masyarakat di Sumatera Utara dan Aceh akibat bencana alam. Di tengah situasi tersebut, suara penolakan tegas datang dari Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS, Alimudin, yang menilai rencana pesta hiburan itu sebagai langkah yang tidak peka, tidak berempati, dan tidak selaras dengan nurani publik.
Dengan nada keras, Alimudin menegaskan bahwa polemik PNBK bukan sekadar persoalan boleh-tidaknya kegiatan tersebut digelar secara anggaran, tetapi persoalan moral pemerintah dalam membaca suasana kebatinan rakyatnya.
“Ini bukan soal boleh atau tidak secara anggaran. Ini soal kepekaan nurani dan empati kemanusiaan. Saat rakyat kita sedang berduka, tidak pantas pemerintah justru menyiapkan panggung hiburan seolah tidak terjadi apa-apa,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, daerah lain kini bekerja keras mengevakuasi korban, merawat yang terluka, dan mencari warga yang masih hilang. Sementara itu, jika Kota Bekasi tetap memaksakan panggung hiburan besar, pemerintah justru mempertontonkan jarak antara kekuasaan dan realitas rakyat.
Alimudin bahkan menyebut bahwa pemerintah harus memprioritaskan sikap solidaritas nasional sebagai bagian dari penghormatan terhadap mereka yang terdampak bencana. Penundaan PNBK, katanya, bukan hanya wajar, tetapi wajib secara etik dan moral.
“Saya mendesak Pemkot Bekasi untuk membatalkan atau minimal menunda kegiatan tersebut. Saat seperti ini, yang harus dikedepankan adalah solidaritas kemanusiaan. Pemerintah harus menunjukkan bahwa negara hadir ketika rakyat menangis, bukan justru merayakan hiburan,” tegasnya.
Politisi PKS itu juga menyarankan agar energi Pemkot dialihkan pada gerakan kemanusiaan, penggalangan bantuan, atau bentuk dukungan lain bagi warga Sumatera. Menurutnya, momentum bencana harus menjadi pengingat bahwa pejabat publik adalah pelayan rakyat, bukan penata acara pesta.
“Ini soal kepantasan publik dan nilai kemanusiaan. Tunjukkan bahwa kita semua masih memiliki hati, masih memiliki rasa, dan masih berdiri bersama rakyat yang sedang berduka,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Alimudin berharap Pemerintah Kota Bekasi mengambil keputusan yang berpihak pada empati, keadilan sosial, dan rasa hormat terhadap penderitaan saudara sebangsa. Ia menegaskan bahwa kemanusiaan selalu harus berada di atas panggung hiburan apa pun.
(DM)









