Patriot Palapa, Kabupaten Bekasi – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat VII, Puteri Komarudin, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Sukajaya Cibitung, Kabupaten Bekasi, Minggu(14/12.2025). Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat dalam memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara di tingkat akar rumput.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Sukajaya Amang Suryaman, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gunadi, Bhabinkamtibmas Aiptu Tri Yulianto, Babinsa Sertu Munadi, serta jajaran perangkat desa, kader PKK dan Posyandu, anggota BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukajaya Amang Suryaman menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan mendesak masyarakat yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui peran DPR RI.
“Jumlah penduduk Desa Sukajaya saat ini sudah mencapai sekitar 39 ribu jiwa. Kami sangat membutuhkan pembangunan posyandu, saluran drainase, mobil ambulans, serta kendaraan pengangkut sampah. Namun di tengah keterbatasan itu, alhamdulillah kehidupan masyarakat tetap rukun, damai, dan aktif mendukung program-program pemerintah, termasuk Pemilu,” ungkap Amang.
Menanggapi hal tersebut, Puteri Komarudin menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Sukajaya baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Setiap aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami teruskan kepada bidang dan instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan sesuai mekanisme yang ada,” tegas Puteri.
Puteri juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah berjalan sebagai bentuk dukungan DPR RI terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan ibu hamil.
Selain itu, dalam konteks Empat Pilar Kebangsaan, Puteri menekankan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk, terutama di era digital yang sarat informasi.
“Saya mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial. Saat ini masih banyak hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah. Peran keluarga sangat penting dalam mengawasi penggunaan handphone, khususnya bagi anak-anak dan remaja, demi menjaga persatuan dan keutuhan NKRI sebagai wujud nyata nilai Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah, demi pembangunan Desa Sukajaya yang lebih maju dan sejahtera.
(CS)









