Jalanan Bukan Pelarian: KPJ Kota Bekasi Ikut Menjaga Ruang Hidup dan Budaya

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa – Kota Bekasi. Senin (24/02/2026), Remon Bitti, Ketua KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) Kota Bekasi, menyampaikan pandangannya terkait penggusuran lapak UMKM yang bersebelahan dengan Pendopo Apresiasi—markas dan ruang berkumpul anak-anak KPJ Kota Bekasi—di Lapangan Multiguna.

Remon menegaskan bahwa KPJ sebagai bagian dari warga negara Indonesia, khususnya warga Kota Bekasi, mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan K3: kebersihan, ketertiban, dan keamanan. Namun ia berharap kebijakan penataan tidak menghilangkan ruang pembinaan yang selama hampir tiga dekade telah tumbuh dan memberi manfaat nyata.

KPJ Kota Bekasi telah 29 tahun bergerak sebagai wadah pembinaan olahraga, seni, dan kebudayaan. Sejak 2003, mereka menggunakan panggung yang dibangun pemerintah pada 2002 dilapangan Multiguna Kota Bekasi sebagai pusat kegiatan. Dari panggung itu lahir latihan teater, musik, diskusi, hingga pembinaan olahraga seperti taekwondo dan tinju bagi anak-anak jalanan yang memiliki bakat di bidang tersebut dan sudah diketahui oleh para seniman jalanan dan pencinta budaya dari daerah lain.

“Jangan yang jelas-jelas dibina, justru yang tidak jelas seperti kami di jalanan ini tidak mendapat ruang. Padahal tidak semua anak jalanan berbakat seni. Ada yang berbakat olahraga, dan itu juga harus dibina,” ujar Remon.

Pendopo Apresiasi bukan sekadar tempat berkumpul melainkan juga menjadi ruang diskusi Kata Kota Kita, dan pusat edukasi bagi anak-anak jalanan dengan prinsip: kemandirian adalah cermin jiwa merdeka. Di sana, mereka membangun sumber daya manusia, berdiskusi lintas komunitas, dan merajut gagasan untuk Kota Bekasi.

Lapangan Multiguna selama ini menjadi kantong budaya. Berbagai komunitas hadir dan berjejaring: komunitas barang antik, batu akik pandan, sepeda ontel, Oi (Orang Indonesia), hingga lintas komunitas lainnya. Kontes batu, edukasi tentang pusaka, hingga ruang temu gagasan tumbuh di sana.

Baca Juga :  MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi Gelar Ramadhan Berkah, Ariyes: Pemuda Pancasila Bukan Preman, Tapi Priman

Remon bahkan mengusulkan agar kawasan tersebut dikembangkan menjadi pasar seni, menghidupkan identitas budaya Bekasi, yang dahulu dikenal dengan rawa-rawa seperti Rawa Pangggulan, Rawa Aren, Rawa Tembaga, hingga Rawa Bebek yang kini berubah menjadi kawasan modern.

Menurutnya, Bekasi bukan hanya Kota Patriot, Kota Iman, atau Kota Santri, tetapi juga harus memiliki wajah budaya yang kuat dan membumi. “Kalau Ternate punya bacan, Bekasi punya batu akik pandan. Kita punya ciri khas. Tinggal diberi ruang, tegasnya

Terkait penggusuran, untuk sementara KPJ masih diberi waktu hingga audiensi dengan pemerintah setempat.

Harapan mereka sederhana: ruang ini tetap dipertahankan karena manfaatnya nyata, bukan hanya bagi KPJ, tetapi juga bagi anak-anak jalanan yang membutuhkan pembinaan dan perhatian.

Remon menekankan bahwa urusan anak di bawah umur adalah tanggung jawab negara, namun KPJ kerap menjadi penyambung ketika ada yang sakit, putus sekolah, atau membutuhkan bantuan sosial.

Ia mengibaratkan, jika ada kawasan dilarang merokok, harus ada kawasan bebas rokok; jika ada larangan berdagang, harus ada ruang berdagang. Begitu pula dengan ruang berekspresi dan pembinaan. Tanpa ruang, persoalan sosial tidak selesai—hanya berpindah tempat.

Pendopo Apresiasi juga diakui warga sekitar membawa dampak positif. Kawasan yang dulu rawan dan kerap terjadi tindakan asusila maupun kriminal, perlahan berubah karena ada aktivitas seni, olahraga, dan komunitas yang menjaga lingkungan tetap hidup.

Baca Juga :  Ramadhan Berkah: Dua Saudara Group Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

 

Remon Bitti menutup dengan idiom yang menjadi napas perjuangan KPJ:

“Jalanan bukan sandaran, jalanan bukan pelarian. Jalanan adalah kehidupan. Jalanan bukan impian, bukan khayalan—jalanan adalah kenyataan. Di jalanan banyak orang-orang yang dikalahkan, di jalanan banyak orang berharap pada Tuhan, di jalanan ada orang penyebar persaudaraan, di jalanan perjuangan hidup pantang pudar. Rukun dan damai hidup di jalanan.”

Ia juga menegaskan, tidak ada pemuda dan pemudi Indonesia yang bercita-cita menjadi pengamen. Di jalanan ada empat motivasi: karier, batu loncatan, iseng, dan profesi. Ada yang mengamen untuk membiayai rekaman karya sendiri, ada yang bertahan sementara sebelum mendapat pekerjaan, ada pelajar yang tersesat arah, hingga mereka yang belum memiliki pilihan hidup lain. Jalanan bukan tujuan akhir, melainkan ruang bertahan hidup.

“Tidak ada aturan di dalam KPJ yang ada larangan. Larangan itu ada dua. Pertama dilarang kriminal, karena kalau kriminal berarti tempat kita tidak aman dan petugas datang dan kita tidak nyaman. Kedua dilarang bertengkar atau ribut sama saudara, karena Tuhan paling senang melihat umatnya rukun. Kalau kita rukun kabutnya putih bencana pergi. Tapi kalau kita bertengkar kabutnya hitam bencana datang. Nama itu kosong, karya itu nyata,” pungkasnya.

KPJ berharap Pemerintah Kota Bekasi menjadi penyambung, bukan pemutus. Karena ketika ruang hidup, ruang seni, dan ruang pembinaan tetap dijaga, maka Bekasi tidak hanya membangun fisik kotanya, tetapi juga membangun manusianya.

(DM)

Berita Terkait

BPC HIPMI Kota Bekasi: Selamat untuk Pelantikan JAPNAS Bekasi, Saatnya Pengusaha Bersinergi
Kuasa Hukum Gandhi Bantah Dugaan Penipuan: Sengketa Utang Piutang, LP Dugaan Pemerasan Dilayangkan
PLN Re-Energize GI Jampang Kulon, Listrik Andal Buka Jalan Ekonomi Selatan Sukabumi
Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan
Disabilitas Terlantar, Dinsos Dipertanyakan
PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Bangun Sinergi Informasi Publik, Aktifkan Pokdar Kamtibmas dan Giat Sosial
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
B50 Wajib Jalan, Temi Hermanto: Dunia Usaha Harus Siap Beradaptasi
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:09 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi: Selamat untuk Pelantikan JAPNAS Bekasi, Saatnya Pengusaha Bersinergi

Jumat, 4 September 2026 - 19:11 WIB

Kuasa Hukum Gandhi Bantah Dugaan Penipuan: Sengketa Utang Piutang, LP Dugaan Pemerasan Dilayangkan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:52 WIB

PLN Re-Energize GI Jampang Kulon, Listrik Andal Buka Jalan Ekonomi Selatan Sukabumi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Disabilitas Terlantar, Dinsos Dipertanyakan

Berita Terbaru

Jawa Barat

Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan

Kamis, 27 Agu 2026 - 06:11 WIB

Dinsos

Disabilitas Terlantar, Dinsos Dipertanyakan

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:42 WIB