Reses Latu Har Hary Dihadiri Bang Heri, PKS Tegaskan Komitmen Pembinaan Generasi Muda

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 05:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa, Kota Bekasi – Forum reses kerap disebut sebagai jembatan antara rakyat dan kekuasaan. Namun di banyak tempat, ia tak jarang berubah sekadar seremoni dengar–catat–lupa. Di tengah skeptisisme itulah, kegiatan reses yang digelar Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary dari Partai Keadilan Sejahtera menghadirkan warna berbeda: suara anak muda menjadi panggung utama.

 

Menariknya, pertemuan itu berlangsung di Warkop Oyot – Jl. Buana Raya—sebuah warung kopi di pinggir jalan yang akrab sebagai ruang nongkrong anak muda, Jum’at(13/02.2026). Dengan jajanan variatif dan harga terjangkau, tempat itu menjadi simbol sederhana: aspirasi besar sering lahir dari ruang-ruang kecil yang akrab dengan keseharian warga.

Hadir dalam forum itu tokoh masyarakat Heri Koswara M.A —akrab disapa Bang Heri—yang menyuarakan kegelisahan generasi muda di Kota Bekasi. Ia menyoroti minimnya ruang aktualisasi bagi pemuda, mulai dari peluang kerja hingga dukungan anggaran bagi organisasi kepemudaan.

Baca Juga :  Komisi II Awasi Ketat Pembebasan Lahan PSEL

Menurut tokoh PKS Jawa Barat ini, generasi muda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang harus disiapkan sejak hari ini.

“Mereka calon pemimpin masa depan. Tapi bagaimana bisa siap, kalau ruang kontribusinya sempit?” sindirnya.

Sorotan tajam diarahkan pada nasib Karang Taruna yang disebut berjalan dengan napas sendiri—tanpa dukungan anggaran memadai. Dari tingkat kota hingga kelurahan, roda organisasi lebih banyak digerakkan oleh swadaya daripada kebijakan. Realitas ini menjadi ironi di kota yang gencar membangun fisik namun kerap abai pada pembangunan manusianya.

Baca Juga :  Sardi Efendi Lebaran Bersama Warga, Silaturahmi Jadi Kekuatan Bekasi

Di sisi lain, Latu Har Hary menangkap pesan itu sebagai tantangan politik. Ia menyatakan komitmen untuk memperjuangkan penguatan peran pemuda bersama rekan-rekannya di DPRD Kota Bekasi. Janji yang tentu akan diingat publik—sebab bagi anak muda, harapan bukan sekadar kata-kata, melainkan peluang nyata.

Reses kali ini memperlihatkan satu hal: anak muda Bekasi tidak kekurangan suara. Yang mereka tunggu adalah keberanian pengambil kebijakan untuk benar-benar mendengar.

Karena sejarah kota tidak dibangun oleh baliho dan spanduk politik, melainkan oleh generasi yang diberi ruang untuk tumbuh—bahkan jika gagasan itu lahir dari meja warkop di tepi jalan.

 

(DM)

Berita Terkait

Sundung Sihombing Pimpin BSSLT Bekasi Raya 2026–2030, Perkuat Persaudaraan dan Karya Nyata
Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas
Bukan Sekadar Janji, Samuel Sitompul Realisasikan Lapangan dan Dukung Kas RT-RW
PKB Kota Bekasi Perkuat Sinergi Media dan Program Kerakyatan
Oloan Nababan Tegaskan Pokir DPRD Masih Ada, Banjir dan PJU Jadi Prioritas Aspirasi Warga Bojongmenteng
Oloan Nababan Serap Aspirasi Warga Pengasinan, Banjir Jadi Persoalan Utama
Rudy Heryansah Kawal Aspirasi, Perjuangkan Kebutuhan Warga
Sardi Efendi Tegaskan Pokir Reses Tetap Ada, Pembangunan Kota Bekasi Harus Berkelanjutan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Sundung Sihombing Pimpin BSSLT Bekasi Raya 2026–2030, Perkuat Persaudaraan dan Karya Nyata

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Bukan Sekadar Janji, Samuel Sitompul Realisasikan Lapangan dan Dukung Kas RT-RW

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:56 WIB

PKB Kota Bekasi Perkuat Sinergi Media dan Program Kerakyatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Oloan Nababan Tegaskan Pokir DPRD Masih Ada, Banjir dan PJU Jadi Prioritas Aspirasi Warga Bojongmenteng

Berita Terbaru