Patriot Palapa, Kota Bekasi, 24 Januari 2026 — Hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi sejak Rabu (22/1) hingga Jumat (24/1) pagi menyebabkan banjir di sejumlah titik. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah kawasan gedung kantor Parpol, Gereja dan Sekretariat Pemuda Pancasila (PP), dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter di area halaman dan bagian dalam gedung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir diduga dipicu oleh luapan air dari area belakang Blue Plaza, pusat perbelanjaan yang saat ini diketahui telah disewa oleh Transmart dan digunakan sebagai loading dock serta gudang. Di lokasi tersebut terdapat pompa pembuangan air yang dilaporkan rusak sejak sekitar dua tahun terakhir.
“Pompa itu sudah lama rusak. Pernah diperbaiki, tapi rusak lagi dan sampai sekarang tidak berfungsi,” ujar salah satu narasumber di sekitar lokasi pompa saat ditemui awak media.
Akibat kerusakan pompa tersebut, aliran air tidak tertangani dengan baik dan meluber ke area sekitar Blue Plaza, termasuk ke kompleks gedung Parpol dan Pemuda Pancasila. Selain bangunan organisasi, banjir juga berdampak pada permukiman warga di sekitar lokasi, dengan sedikitnya sekitar 50 kepala keluarga terdampak.
Di tengah kondisi tersebut, awak media bertemu dengan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Ariyes Budiman, yang secara terbuka menyampaikan kritik keras terhadap lambannya penanganan banjir di kawasan tersebut.
“Saya sudah lama menyampaikan dan mengusulkan agar area gedung ini ditinggikan, bukan dibangun ulang, cukup ditinggikan saja supaya tidak kebanjiran terus. Tapi sampai sekarang tidak pernah direalisasikan,” kata Ariyes Budiman.
Ia menyebut, usulan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi, termasuk langsung kepada Wali Kota. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret yang dilakukan.
Ariyes menjelaskan, ketinggian air di lokasi hampir merata, baik di halaman maupun di bagian dalam gedung. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perlunya solusi struktural, bukan penanganan sementara.
“Kalau banjirnya di depan satu meter, di dalam juga sama. Ini bukan kejadian sekali dua kali. Harus ada tindakan nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan banjir di kawasan tersebut tidak boleh dilihat sebagai urusan gedung organisasi semata, melainkan sebagai masalah publik, mengingat adanya warga yang ikut terdampak.
“Di samping gedung ini ada permukiman warga. Ada sekitar 50 kepala keluarga yang kebanjiran. Jadi ini bukan soal kantor parpol atau ormas, tapi soal kepedulian dan tanggung jawab pemerintah terhadap warganya,” tegas Ariyes.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Bekasi maupun pihak pengelola Blue Plaza terkait kondisi pompa pembuangan air dan rencana penanganan banjir di kawasan tersebut.
(DM)









