Namanya Disebut Dalam Bursa Wabup Bekasi, Waras Wasisto: Partai yang Menentukan

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa News, Kabupaten Bekasi — Dinamika politik Kabupaten Bekasi memasuki babak baru setelah Asep Surya Atmaja ditetapkan sebagai Bupati Bekasi untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2025–2030. Seiring perubahan kepemimpinan tersebut, perhatian politik mulai mengarah pada figur yang berpotensi mengisi posisi Wakil Bupati Bekasi.

Sejumlah nama dari partai-partai politik mulai menjadi perbincangan. PDI Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), hingga Partai Bulan Bintang (PBB) disebut memiliki figur yang berpotensi masuk dalam dinamika pencalonan.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Waras Wasisto, tokoh senior PDI Perjuangan yang memiliki pengalaman dua periode sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan pernah maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat VII, meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Menanggapi dinamika tersebut, Waras memberikan jawaban singkat yang mencerminkan sikapnya terhadap mekanisme politik internal partai.

“Berproses saja, partai yang menentukan,” ujar Waras Wasisto saat menanggapi perbincangan mengenai peluangnya dalam bursa Wakil Bupati Bekasi, Rabu(21/10.2026)

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dirinya menempatkan proses dan keputusan partai sebagai faktor utama. Alih-alih berspekulasi mengenai peluang pribadi, Waras memilih menyerahkan dinamika pencalonan kepada mekanisme organisasi politik yang berlaku.

Sikap itu sekaligus membuka ruang bagi publik untuk mencermati bagaimana PDI Perjuangan akan menempatkan kadernya dalam dinamika politik Kabupaten Bekasi ke depan.

 

Waras Wasisto dan Modal Pengalaman Politik

Nama Waras bukan figur baru dalam percaturan politik Jawa Barat, khususnya di wilayah Bekasi.

Ia memiliki rekam jejak panjang di dunia politik dan organisasi. Sebelum menapaki karier legislatif, Waras dikenal memiliki latar belakang aktivisme buruh. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Serikat Pekerja Nasional Provinsi Jawa Barat periode 2003–2006, sebelum kemudian mengembangkan kiprahnya di PDI Perjuangan.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang mengantarkannya ke lembaga legislatif.

Dalam karier politiknya, Waras tercatat menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Pada periode terakhir, ia bertugas di Komisi I yang membidangi pemerintahan dan menjadi anggota Badan Musyawarah DPRD Jawa Barat.

Pengalaman tersebut menjadi modal yang relevan untuk dicermati dalam pembicaraan mengenai figur yang berpotensi mendampingi kepala daerah.

Dinamika pemerintahan daerah membutuhkan kemampuan memahami kebijakan, membangun komunikasi lintas kepentingan, serta menjaga koordinasi antara eksekutif, legislatif, partai politik, dan masyarakat.

Dalam konteks itu, pengalaman legislatif dan organisasi dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika partai mengevaluasi kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk menjalankan peran strategis dalam pemerintahan.

Meski demikian, pengalaman politik tentu bukan satu-satunya faktor penentu. Kebutuhan daerah, komitmen pelayanan publik, serta kesesuaian figur dengan arah kebijakan pemerintahan juga menjadi aspek penting.

Baca Juga :  Perkumpulan Parsadaan Raptama Tapanuli Selatan Deklarasi Dukungan Pasangan HerShol

 

Pernah Maju ke DPR RI, Perjuangkan Aspirasi Tiga Daerah

Pada Pemilu 2024, Waras maju sebagai calon anggota DPR RI dari PDI Perjuangan untuk Dapil Jawa Barat VII, yang meliputi Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.

Pencalonan tersebut menjadi bagian dari perjalanan politiknya untuk memperluas kiprah dari tingkat provinsi menuju parlemen nasional. Namun, dalam pemilihan tersebut, Waras belum berhasil memperoleh kursi DPR RI.

Sebelumnya, dalam pemberitaan Pojok Satu pada Agustus 2023, Waras menyampaikan harapannya untuk memperoleh dukungan masyarakat di ketiga wilayah tersebut. Salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah dukungan anggaran bagi infrastruktur pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pangan dan perekonomian masyarakat.

Pengalaman berkontestasi di tingkat nasional tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam dinamika politik yang mencakup wilayah industri, pertanian, dan kawasan penyangga perekonomian Jawa Barat.

Bagi Kabupaten Bekasi, pengalaman politik yang bersinggungan dengan persoalan pembangunan dan kepentingan masyarakat menjadi salah satu aspek yang dapat diperhitungkan dalam pembicaraan mengenai calon pemimpin daerah.

Namun, apakah pengalaman tersebut akan menjadi pertimbangan PDI Perjuangan untuk mengusung Waras dalam bursa Wakil Bupati Bekasi masih harus menunggu perkembangan dan keputusan resmi partai.

 

Sikap Tidak Mendahului Keputusan Partai

Pernyataan Waras, “Berproses saja, partai yang menentukan,” juga menjadi bagian penting dalam membaca dinamika pencalonan tersebut.

Dalam politik kepartaian, proses penentuan kandidat tidak hanya berkaitan dengan kapasitas personal. Ada mekanisme organisasi, pertimbangan strategis, komunikasi antarpihak, serta keputusan kelembagaan yang harus dihormati.

Dengan menyerahkan keputusan kepada partai, Waras menempatkan pencalonan sebagai bagian dari proses politik organisasi, bukan semata-mata ambisi individual.

Sikap tersebut relevan dalam dinamika PDI Perjuangan, yang memiliki struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Penentuan figur yang akan diusung perlu dilihat dalam kerangka mekanisme dan keputusan resmi partai.

Bagi kader senior, pengalaman dan rekam jejak dapat menjadi modal. Namun, keputusan akhir tetap berada pada mekanisme politik yang berlaku.

Karena itu, pernyataan Waras belum dapat dimaknai sebagai deklarasi pencalonan ataupun konfirmasi bahwa dirinya telah memperoleh dukungan resmi untuk posisi Wakil Bupati Bekasi.

Sebaliknya, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses politik masih berjalan dan keputusan final belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan nama-nama yang beredar.

 

PDIP, PPP, dan PBB dalam Peta Politik Bekasi

Ketua Pemuda Muslimin Indonesia-Bekasi, Khaqim Nurjawahir, sebelumnya menilai PDI Perjuangan menjadi salah satu partai yang menarik dicermati dalam dinamika bursa calon Wakil Bupati Bekasi.

Menurut Khaqim, sejumlah kader PDIP disebut berpotensi masuk dalam pembicaraan politik, termasuk figur dari jajaran struktural partai dan nama Jejen Sayuti.

Baca Juga :  MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi Gelar Ramadhan Berkah, Ariyes: Pemuda Pancasila Bukan Preman, Tapi Priman

Di antara nama-nama tersebut, Waras Wasisto dinilai menarik untuk dicermati karena pengalaman legislatif dan perjalanan politiknya.

“Pengalaman Waras Wasisto menjadi salah satu aspek yang patut dicermati apabila namanya benar-benar masuk dalam pertimbangan politik koalisi. Dalam kontestasi politik, pengalaman, kemampuan membangun komunikasi lintas partai, serta pemahaman terhadap dinamika pemerintahan menjadi faktor penting yang kerap diperhitungkan dalam menentukan figur pendamping kepala daerah,” ujar Khaqim, Rabu (21/10/2026).

Selain PDIP, nama-nama dari PPP dan PBB juga disebut mulai diperbincangkan. Dari PPP, setidaknya dua figur dikabarkan masuk dalam pembicaraan, sedangkan Iin Farihin disebut sebagai salah satu nama yang dikaitkan dengan PBB.

Meski demikian, informasi mengenai kandidat dari partai-partai tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait. Hingga terdapat pernyataan resmi, nama-nama yang beredar belum dapat dianggap sebagai kandidat definitif.

 

Wakil Bupati Bukan Sekadar Pelengkap Pemerintahan

Terlepas dari siapa yang nantinya mengisi posisi Wakil Bupati Bekasi, kebutuhan utama masyarakat adalah kepemimpinan daerah yang mampu bekerja secara efektif dan memberikan manfaat nyata.

Kabupaten Bekasi menghadapi beragam tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan infrastruktur, pengelolaan kawasan industri, penanganan persoalan lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam situasi tersebut, Wakil Bupati memiliki posisi strategis untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan sesuai pembagian tugas dan kewenangannya.

Figur yang terpilih diharapkan mampu membangun sinergi dengan Bupati, menjaga komunikasi dengan berbagai kekuatan politik, serta memastikan aspirasi masyarakat menjadi bagian dari agenda pembangunan.

Pengalaman politik dapat menjadi bekal, tetapi efektivitas kepemimpinan pada akhirnya harus terlihat melalui kinerja, integritas, dan keberpihakan terhadap kepentingan publik.

 

Menunggu Keputusan Resmi

Peta politik Kabupaten Bekasi masih berpotensi mengalami perubahan seiring perkembangan komunikasi di antara partai-partai terkait.

Nama Waras Wasisto kini menjadi salah satu figur yang diperbincangkan, terutama karena latar belakangnya sebagai tokoh senior PDIP dan pengalamannya di DPRD Jawa Barat.

Namun, pernyataannya yang menegaskan bahwa proses dan keputusan berada di tangan partai menjadi pengingat bahwa dinamika politik belum mencapai tahap final.

Publik masih perlu menunggu perkembangan resmi dari PDI Perjuangan maupun pihak-pihak terkait untuk mengetahui arah pencalonan yang sebenarnya.

Pada akhirnya, pertanyaan mengenai siapa yang akan mendampingi Asep Surya Atmaja bukan hanya persoalan figur dan konfigurasi politik, tetapi juga menyangkut harapan masyarakat terhadap pemerintahan yang solid, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan Kabupaten Bekasi.

Waras memilih berproses. Partai yang menentukan. Sementara masyarakat menanti figur yang benar-benar mampu memberikan kontribusi bagi masa depan Kabupaten Bekasi.

(DMS)

Berita Terkait

Waras Wasisto Jadi Perbincangan Bursa Wakil Bupati Bekasi, Pengalaman Dua Periode di DPRD Jabar Jadi Sorotan
HIPMI Bekasi Bidik Peluang Pasar dan Investasi di Business Matching Day
Sundung Sihombing Pimpin BSSLT Bekasi Raya 2026–2030, Perkuat Persaudaraan dan Karya Nyata
Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas
Bukan Sekadar Janji, Samuel Sitompul Realisasikan Lapangan dan Dukung Kas RT-RW
PKB Kota Bekasi Perkuat Sinergi Media dan Program Kerakyatan
Oloan Nababan Tegaskan Pokir DPRD Masih Ada, Banjir dan PJU Jadi Prioritas Aspirasi Warga Bojongmenteng
Oloan Nababan Serap Aspirasi Warga Pengasinan, Banjir Jadi Persoalan Utama
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Namanya Disebut Dalam Bursa Wabup Bekasi, Waras Wasisto: Partai yang Menentukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waras Wasisto Jadi Perbincangan Bursa Wakil Bupati Bekasi, Pengalaman Dua Periode di DPRD Jabar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:41 WIB

HIPMI Bekasi Bidik Peluang Pasar dan Investasi di Business Matching Day

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Sundung Sihombing Pimpin BSSLT Bekasi Raya 2026–2030, Perkuat Persaudaraan dan Karya Nyata

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas

Berita Terbaru