Patriot Palapa News, Kota Bekasi — Atmosfer kompetisi mulai terasa. Sehari jelang pembukaan, panitia memastikan persiapan Bekasi Open Archery Tournament 2026 telah memasuki tahap akhir. Gladi resik digelar untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan tanpa celah, menandai kesiapan Kota Bekasi menjadi tuan rumah event panahan berskala nasional.
Ketua Pelaksana, Rudi Afandi, menyampaikan bahwa progres persiapan telah mencapai 85 hingga 90 persen. Sejumlah perlengkapan utama pertandingan telah diturunkan ke lapangan, sementara sisanya tinggal penyempurnaan teknis menjelang hari pembukaan.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah tahap loading semua kebutuhan pertandingan. Tinggal beberapa teknis seperti pemasangan banner dan dukungan tim di lapangan,” ujarnya, Minggu (26/04/2026).
Turnamen yang akan berlangsung selama tujuh hari, mulai Senin (27 April) hingga 2 Mei 2026 ini, dipastikan diikuti sekitar 680 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Bekasi mulai dilirik sebagai salah satu pusat kompetisi panahan nasional.
Lebih dari sekadar kejuaraan, event ini juga menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya digelar sebagai Piala Wali Kota Bekasi, sekaligus diarahkan menjadi agenda rutin dan bagian dari kalender resmi kejuaraan panahan di Jawa Barat.
Rudi menegaskan, sebagai tuan rumah, Kota Bekasi tidak hanya fokus pada sukses penyelenggaraan, tetapi juga membidik prestasi.
“Kita dorong semua klub di bawah naungan Perpani Kota Bekasi untuk ikut. Targetnya jelas, kita ingin juara umum di rumah sendiri,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Perpani Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, menegaskan bahwa turnamen ini memiliki nilai strategis sebagai ajang pemanasan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan digelar November mendatang.
Menurutnya, Bekasi Open Archery Tournament bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga sekaligus mendorong Kota Bekasi sebagai sport city yang aktif dan kompetitif.
“Ini ajang prestasi antar daerah sekaligus bagian dari persiapan Porprov. Kita ingin panahan Bekasi bisa menyumbang emas, yang selama ini belum kita capai,” ujar Sardi yang juga Ketua DPRD Kota Bekasi.
Ia juga memastikan kesiapan teknis pelaksanaan sudah mencapai sekitar 80 persen, termasuk gladi resik pembukaan yang direncanakan berlangsung meriah dan akan dibuka langsung oleh Wali Kota Bekasi.
Sebagai tuan rumah, Kota Bekasi dipastikan menurunkan kekuatan penuh. Lebih dari 150 hingga 200 atlet lokal akan ambil bagian, hasil pembinaan dari berbagai klub panahan yang selama ini aktif melakukan pelatihan intensif.
Kehadiran ratusan atlet dari dalam dan luar daerah menjadikan turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga panggung pembuktian kualitas pembinaan olahraga di Kota Bekasi.
Dengan persiapan yang hampir rampung dan antusiasme peserta yang tinggi, Bekasi Open Archery Tournament 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar event olahraga. Ini adalah panggung besar untuk menunjukkan kesiapan Bekasi sebagai tuan rumah, sekaligus menegaskan ambisi meraih prestasi di level provinsi hingga nasional.
Pesannya jelas:
Bekasi tidak hanya siap menggelar, tapi juga siap bersaing dan menang.
(DMS)









