Patriot Palapa News, Kota Bekasi — Semangat kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda kembali ditegaskan dalam kegiatan Forum Bisnis Cabang (FORBISCAB) BPC HIPMI Kota Bekasi yang menjadi bagian dari rangkaian DIKLATCAB dan RAKERCAB.
Digelar di Hotel Horison Ultima, kegiatan ini mengusung tema besar:
“Kolaborasi Pengusaha Muda untuk Ekonomi Kota Bekasi yang Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing.”
Acara ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan visi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wali Kota: Jangan Hanya Jadi Penonton di Kota Sendiri
Dalam sambutannya, Dr. Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi menyoroti masih minimnya keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek-proyek strategis di Kota Bekasi. Ia bahkan secara terbuka mengungkapkan keprihatinannya:
“Saya lelang proyek, tapi pengusaha Bekasi tidak terlihat. Yang ambil justru dari luar daerah. Padahal ini kota kita sendiri,” tegasnya.
Salah satu contoh nyata adalah pengelolaan stadion yang justru menjadi beban anggaran daerah hingga Rp10,5 miliar per tahun.
Padahal, dari sisi potensi, hanya dari parkir saja bisa menghasilkan miliaran rupiah.
Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa peluang ekonomi di Bekasi masih sangat terbuka, namun belum dimanfaatkan maksimal oleh pelaku usaha lokal.
Potensi Besar, Tinggal Siapa yang Berani Ambil
Pemerintah Kota Bekasi saat ini tengah membuka berbagai peluang investasi, mulai dari:
– Pengelolaan kawasan stadion
– Pengembangan Danau Duta
– Lahan strategis di Mustika Jaya
– Pengembangan ruang publik berbasis ekonomi kreatif
Wali Kota bahkan menggambarkan visinya untuk menjadikan kawasan danau sebagai pusat ekonomi baru:
“Kalau dikelola seperti kawasan modern, ini bisa jadi pusat nongkrong dan ekonomi baru. Tinggal siapa yang mau ambil peluangnya.”
HIPMI Diminta Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal
Dalam forum tersebut, HIPMI Kota Bekasi didorong untuk tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi. Ketua Farah Rizky, BPC HIPMI Kota Bekasi menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan kolaborasi nyata, bukan sekadar seremonial:
“Kami ingin setiap program bukan hanya MoU, tapi benar-benar implementatif dan berdampak bagi pengusaha muda.”
Saat ini, jumlah pengurus HIPMI Kota Bekasi telah berkembang dari 55 menjadi 102 orang, menunjukkan pertumbuhan organisasi yang signifikan.
Pengusaha Muda: Kondisi Masih Stabil, Tapi Harus Adaptif
Dari sisi pelaku usaha, Temi Hermanto Wakil Ketua BPC HIPMI menyampaikan bahwa kondisi ekonomi saat ini masih relatif stabil, meski ada tantangan seperti kenaikan harga.
Namun ia menekankan pentingnya adaptasi:
“Jangan hanya menyalahkan kondisi. Pengusaha juga harus upgrade—baik dari segi kualitas produk, promosi, maupun mindset bisnis.”
Hal ini sejalan dengan semangat kegiatan yang mendorong pengusaha muda untuk menjadi lebih inovatif dan kompetitif.
UMKM Naik Kelas, HIPMI Siapkan Program Nyata
Komitmen konkret juga datang dari bidang UMKM HIPMI Kota Bekasi. Program pembinaan akan segera dijalankan melalui pelatihan dan pendampingan bisnis. Ketua bidang UMKM Henriko menyampaikan:
Akan dibentuk UMKM binaan HIPMI
Program pelatihan dimulai Mei mendatang
Target menciptakan UMKM naik kelas dan berdaya saing. Puncaknya akan digelar festival UMKM dan musik (Lokaloka Bekasi Fest)
Kolaborasi Jadi Kunci, Bukan Jalan Sendiri-sendiri
Wali Kota menegaskan bahwa ke depan, pembangunan tidak bisa berjalan parsial. Dibutuhkan roadmap bersama, terutama dalam hal digitalisasi dan pengembangan ekonomi berbasis kolaborasi.
“Saya terbuka. Kita duduk bareng, rumuskan bersama. Jangan pemerintah jalan sendiri, pengusaha jalan sendiri.”
Ia juga mengingatkan pentingnya keberpihakan ekonomi lokal:
“Kalau pengusaha Bekasi maju, uangnya berputar di Bekasi. Kalau bukan kita, siapa lagi?”
Momentum Kebangkitan Pengusaha Muda Bekasi
Kegiatan FORBISCAB ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pengusaha muda Kota Bekasi dalam mengambil peran strategis.
Bukan hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai mitra aktif pemerintah dalam membangun kota.
“Ini harus jadi momentum kebangkitan,” tutup Wali Kota.
(DMS)









