Gema Ramadhan KPJ Bekasi: OI dan Fals Mania Hadirkan Seni, Solidaritas dan Santunan Yatim

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 02:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PatriotPalapaNews, Kota Bekasi, 15 Maret 2026 — Senja Ramadhan di Pendopo Apresiasi Gerilya Jalanan KPJ Kota Bekasi terasa berbeda. Di ruang sederhana yang berdiri di kawasan Lapangan Multiguna itu, alunan musik, tawa kebersamaan, dan doa-doa Ramadhan menyatu dalam sebuah kegiatan bertajuk Gema Ramadhan 1447 H: “Sungguh Kau Tak Sendirian.”

Kegiatan yang diprakarsai oleh Orang Indonesia (OI) bersama Fals Mania (FaMa) ini menghadirkan ruang pertemuan bagi para pegiat seni, komunitas, dan masyarakat untuk merayakan Ramadhan dalam semangat berbagi dan berkarya.

Acara tersebut digelar bersama Kelompok Penyanyi Jalanan(KPJ) Kota Bekasi sebagai tuan rumah kegiatan di Pendopo Apresiasi Gerilya Jalanan, sebuah ruang kreatif yang selama ini menjadi tempat bertemunya para pegiat seni jalanan di Kota Bekasi.

Sekitar 150 orang dari berbagai komunitas hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga diisi dengan santunan kepada lebih dari 50 anak yatim yang turut merasakan kebahagiaan berbuka puasa bersama di bulan suci Ramadhan.

 

Ketua KPJ Kota Bekasi Remon Bitti mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa komunitas seni mampu menghadirkan energi positif bagi masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ruang-ruang kreatif dan ruang budaya harus tetap hidup. Tempat ini bukan hanya ruang berkarya, tetapi juga ruang untuk berbagi dan membangun kepedulian sosial,” ujar Remon Bitti.

Baca Juga :  PERPANI Kota Bekasi Kunci Juara Umum Caruban Nagari Archery 2025, Raih 17 Emas

Ia menambahkan, semangat komunitas tidak sekadar berkumpul dan bernyanyi, tetapi juga melahirkan karya yang memiliki makna bagi masyarakat.

“Nama itu kosong, karya itu nyata. Apa yang dilakukan teman-teman komunitas hari ini adalah bukti bahwa seni bisa menjadi jalan untuk menyatukan kebersamaan,” tambahnya.

Gema Ramadhan itu juga diwarnai dengan penampilan berbagai karya musik dari para pegiat seni komunitas. Lagu Aku Cinta Kota Bekasi karya Ane Matahari dan Kia Abid, Tarian Kehidupan karya Remon Bitti, hingga Dimari di Bekasi karya Teguh menggema di panggung sederhana yang menjadi simbol persaudaraan budaya jalanan.

Tidak ketinggalan, lagu Kabar Damai karya Anto Baret serta sejumlah karya dari Iwan Fals turut dibawakan oleh para anggota OI dan Fals Mania, menghadirkan suasana musikal yang penuh pesan sosial.

Selain pertunjukan musik, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian bibit pohon yang nantinya akan ditanam di kawasan Lapangan Multiguna sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan ruang publik.

Kegiatan Gema Ramadhan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan komunitas yang selama ini aktif menghidupkan ruang seni, sosial, dan budaya di Kota Bekasi. Tampak hadir Andi dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi, kemudian Farid Putra, putra dari almarhum Mbah Surip. Hadir pula berbagai komunitas seperti Komunitas Kumbara, Komunitas Pandan Lover, serta jaringan komunitas dari aliansi pergerakan budaya Bekasi Utara yang digerakkan oleh Yopi Gimbal.

 

Baca Juga :  Fendaby, Peraih Suara Terbanyak Pileg Kota Bekasi 2024 Menjadi Nahkoda Baru PKS Kota Bekasi

Bagi para pegiat komunitas, kegiatan ini bukan sekadar agenda Ramadhan biasa. Lebih dari itu, Gema Ramadhan menjadi ruang perjumpaan antara seni, solidaritas, dan kepedulian sosial yang tumbuh dari komunitas.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus menjaga semangat kebersamaan di Bekasi. Kota ini adalah kota patriot, kota santri, kota pahlawan, sekaligus kota yang kaya budaya,” kata Remon.

Menjelang waktu berbuka, tausiyah singkat dan doa bersama dipanjatkan. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta berbagi hidangan berbuka puasa—menandai bahwa di tengah hiruk pikuk kota, masih ada ruang sederhana tempat seni, kemanusiaan, dan persaudaraan saling bertemu.

Di Pendopo Gerilya Jalanan itu, pesan Ramadhan terasa semakin kuat: ketika komunitas berkumpul, berbagi, dan berkarya bersama, maka yang lahir bukan sekadar sebuah acara, melainkan ikatan persaudaraan yang menegaskan satu makna sederhana—tak seorang pun benar-benar sendirian.

(DM)

Berita Terkait

PPAT Baru Dilantik, BPN Kota Bekasi Tekankan Integritas
Brengkos Dibentuk, Bang Heri: Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat Bekasi
Lebih dari 100 Pengusaha Muda Kota Bekasi Upgrade Diri dan Bisnis Bersama HIPMI Lewat Semangat “Kudu Babarengan”
PWI Bekasi Raya Serukan Doa untuk Lima Jurnalis: Solidaritas Tak Berhenti di Ruang Redaksi
BPC HIPMI Kota Bekasi: Selamat untuk Pelantikan JAPNAS Bekasi, Saatnya Pengusaha Bersinergi
Kuasa Hukum Gandhi Bantah Dugaan Penipuan: Sengketa Utang Piutang, LP Dugaan Pemerasan Dilayangkan
PLN Re-Energize GI Jampang Kulon, Listrik Andal Buka Jalan Ekonomi Selatan Sukabumi
Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:54 WIB

PPAT Baru Dilantik, BPN Kota Bekasi Tekankan Integritas

Minggu, 13 September 2026 - 19:02 WIB

Brengkos Dibentuk, Bang Heri: Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat Bekasi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:16 WIB

Lebih dari 100 Pengusaha Muda Kota Bekasi Upgrade Diri dan Bisnis Bersama HIPMI Lewat Semangat “Kudu Babarengan”

Jumat, 11 September 2026 - 18:54 WIB

PWI Bekasi Raya Serukan Doa untuk Lima Jurnalis: Solidaritas Tak Berhenti di Ruang Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 12:09 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi: Selamat untuk Pelantikan JAPNAS Bekasi, Saatnya Pengusaha Bersinergi

Berita Terbaru