Hari Guru Nasional, Kota Bekasi Krisis 4.700 Guru: Ahmadi Madong Desak Disdik Bertindak!

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa, Kota Bekasi— Hari Guru Nasional yang seharusnya menjadi momen penghormatan dan kebahagiaan bagi para pendidik, kembali diwarnai ironi di Kota Bekasi. Di tengah seremonial apresiasi, persoalan klasik kekurangan guru justru semakin menganga dan belum terselesaikan secara serius oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi guru yang menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa. Namun, ia tak menutup mata terhadap fakta lapangan yang menunjukkan bahwa sistem pendidikan daerah masih rapuh akibat minimnya tenaga pendidik.

“Para guru adalah pilar utama dalam sistem pendidikan. Dengan kerja keras dan kesabaran, Anda telah membentuk karakter, menanamkan ilmu, dan menginspirasi siswa-siswi untuk mencapai impian mereka,” ujar Ahmadi, Selasa (25/11/2025).

Pria yang akrab disapa Bang Madong ini menegaskan bahwa sinergi antara guru, orang tua, dan pemerintah memang penting, namun tanpa pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, seluruh upaya tersebut akan berjalan pincang.

 

Kekurangan 4.700 Guru: Kritik Tajam untuk Disdik Kota Bekasi

Baca Juga :  Dilantik Menjadi Ketua Perpani Kota Bekasi Periode 2024-2028, Sardi Efendi Optimis Bisa Menyumbang Emas Porprov Jabar 2026

Bang Madong menyoroti keras lambannya langkah Dinas Pendidikan dalam menyelesaikan kekurangan guru yang sudah bertahun-tahun menjadi persoalan struktural.

Data tahun 2024 mencatat kekurangan sekitar 4.700 guru mulai dari TK, SD hingga SMP, dengan konsentrasi terbesar di tingkat SD dan SMP. Program PPPK 2025 diperkirakan hanya menambah sekitar 1.000 guru, meninggalkan defisit sekitar 3.600 guru yang belum terisi.

Yang lebih mengkhawatirkan, angka tersebut muncul di tengah anggaran Dinas Pendidikan yang mencapai Rp1,8 triliun, atau lebih dari 20 persen APBD Kota Bekasi.

“Dengan anggaran sebesar itu, kekurangan ribuan guru adalah ironi yang tidak boleh dibiarkan. Ini persoalan fundamental yang menyangkut masa depan anak-anak kita,” tegas Bang Madog

 

Sekolah Berjalan Tanpa Guru Tetap: Dampaknya Langsung ke Anak Didik

Banyak sekolah terpaksa mengandalkan guru honorer dengan beban kerja berlipat, bahkan beberapa mata pelajaran kosong berbulan-bulan karena tidak ada pengajar.

“Ini bukan sekadar angka. Di balik kekurangan guru, ada kelas-kelas yang tidak terlayani, ada siswa yang tidak mendapatkan hak belajarnya secara penuh,” ujar Ahmadi, Madong.

Baca Juga :  PKS Tegas: PNBK Tak Pantas Digelar Saat Bencana!

 

Desakan Konkret untuk Disdik Kota Bekasi

Dalam momentum Hari Guru Nasional ini, Bang Madong meminta Disdik Kota Bekasi tidak lagi mengedepankan seremonial semata.

“Momentum ini harus menjadi catatan penting bagi Pemkot, khususnya Disdik Kota Bekasi, agar persoalan kekurangan guru mendapatkan perhatian lebih,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa:

  • perencanaan kebutuhan guru harus berbasis data riil
  • pengadaan tenaga pendidik harus diprioritaskan
  • alokasi anggaran pendidikan harus menyentuh kebutuhan paling mendasar: guru

 

DPRD Komit Kawal Perbaikan

Bang Madong memastikan Komisi IV DPRD akan mengawal kebijakan pemenuhan tenaga pendidik agar tidak kembali hanya menjadi wacana tahunan.

“Guru adalah penentu kualitas pendidikan. Jika kebutuhan tenaga pendidik tidak terpenuhi, bagaimana kita bisa berbicara tentang peningkatan mutu?”

Bang Madong menutup dengan pesan penghormatan bagi para guru:

“Selamat Hari Guru Nasional. Terima kasih atas dedikasi tanpa batas. DPRD akan terus memperjuangkan hak-hak guru dan kebutuhan pendidikan anak-anak kita.”

(DM)

Berita Terkait

PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Bangun Sinergi Informasi Publik, Aktifkan Pokdar Kamtibmas dan Giat Sosial
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
B50 Wajib Jalan, Temi Hermanto: Dunia Usaha Harus Siap Beradaptasi
PWI Bekasi Raya Siap Kawal Hasil Konferprov Jabar
Saatnya Bekasi Bersatu! Vote Mpok Arin Nomor 26 di Final Abang Mpok Kota Bekasi 2026
Lagi Cari Tempat Makan Rame-Rame? Nasi Tempong Nusa Dua Galaxy Jawabannya!
Tanggapan Disdukcapil Kota Bekasi terhadap Pemberitaan Pengaduan Masyarakat
Tanggapan Disdukcapil Kota Bekasi terhadap Pemberitaan Pengaduan Masyarakat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:25 WIB

PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Bangun Sinergi Informasi Publik, Aktifkan Pokdar Kamtibmas dan Giat Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:09 WIB

B50 Wajib Jalan, Temi Hermanto: Dunia Usaha Harus Siap Beradaptasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:22 WIB

PWI Bekasi Raya Siap Kawal Hasil Konferprov Jabar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Saatnya Bekasi Bersatu! Vote Mpok Arin Nomor 26 di Final Abang Mpok Kota Bekasi 2026

Berita Terbaru

Bekasi Raya

PWI Bekasi Raya Siap Kawal Hasil Konferprov Jabar

Rabu, 12 Agu 2026 - 10:22 WIB