PKB Kota Bekasi Bidik Pimpinan DPRD/Wali Kota Pemilu 2029, Syaiful Huda: Tingkatkan Capaian!

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa News, Kota Bekasi — Lima kursi DPRD Kota Bekasi hasil Pemilu 2024 menjadi pijakan bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk melangkah lebih jauh. Pada Pemilu 2029, partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang itu tidak hanya dituntut mempertahankan capaian, tetapi juga membidik posisi di jajaran pimpinan DPRD Kota Bekasi.

Target tersebut ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, saat menghadiri pengukuhan jajaran DPC PKB Kota Bekasi sekaligus agenda orientasi politik di Hotel Amaroossa, Bekasi Selatan, Sabtu (24/10/2026).

Bagi PKB Kota Bekasi, target masuk jajaran Wakil Ketua DPRD bukan sekadar ambisi menambah kursi legislatif. Target itu menjadi tantangan untuk memperkuat organisasi, memperluas basis dukungan, serta membuktikan bahwa kehadiran partai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“PKB Kota Bekasi kita targetkan paling tidak masuk di jajaran Wakil Ketua DPRD di Kota Bekasi,” kata Syaiful kepada awak media seusai kegiatan pengukuhan.

Meski demikian, angka perolehan kursi dan strategi pemenangan Pemilu 2029 akan dibahas lebih lanjut melalui Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). Forum tersebut menjadi ruang bagi PKB Kota Bekasi untuk menyusun peta jalan politik, menetapkan target yang terukur, sekaligus merumuskan strategi menghadapi persaingan elektoral mendatang.

Pesan Syaiful jelas: capaian lima kursi pada Pemilu 2024 harus menjadi awal untuk melangkah lebih jauh, bukan alasan untuk berpuas diri.

 

Lima Kursi Bukan Garis Akhir

Perjalanan PKB Kota Bekasi menunjukkan peningkatan signifikan pada Pemilu 2024. Dari sebelumnya hanya memperoleh satu kursi DPRD, PKB berhasil meningkatkan representasinya menjadi lima kursi.

Syaiful mengapresiasi capaian tersebut sebagai pencapaian penting bagi perkembangan politik PKB di Kota Bekasi. Namun, mempertahankan hasil pemilu sekaligus meningkatkan perolehan kursi membutuhkan kerja organisasi yang konsisten dan strategi yang terus diperbarui.

“Saya memberikan apresiasi, sudah menciptakan sejarah baru. Yang kedua, tolong dipertahankan, saat yang sama ditingkatkan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi tantangan bagi jajaran pengurus DPC PKB Kota Bekasi. Mempertahankan lima kursi berarti menjaga kepercayaan pemilih yang telah memberikan dukungan pada Pemilu 2024. Sementara itu, meningkatkan perolehan kursi membutuhkan kemampuan menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.

Dalam persaingan politik lokal, modal elektoral tidak cukup hanya bertumpu pada kekuatan struktur partai atau popularitas kader. Konsistensi pelayanan, kedekatan dengan masyarakat, dan kemampuan merespons persoalan warga juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan.

Karena itu, target menembus jajaran pimpinan DPRD perlu diterjemahkan menjadi agenda kerja yang konkret, mulai dari penguatan kader, pemetaan kebutuhan masyarakat, hingga perluasan komunikasi politik di setiap daerah pemilihan.

Muskercab diharapkan menjadi momentum untuk mengubah target politik tersebut menjadi rencana kerja yang lebih terarah.

 

Pelayanan Masyarakat Jadi Modal Politik

Baca Juga :  Solid dalam Kesatuan, Persatuan Solidaritas Tuan Dibangarna se-Dunia Resmi Berdiri

Syaiful menekankan bahwa pertumbuhan PKB harus berjalan beriringan dengan kedekatan kepada masyarakat. Menurutnya, konsolidasi internal partai perlu ditopang program pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

“PKB ingin terus bertumbuh bersama dengan warga Kota Bekasi. Salah satu jalan yang kami tempuh adalah agenda kepedulian dan pelayanan,” jelasnya.

Ia mendorong jajaran PKB Kota Bekasi memperkuat lima agenda pelayanan masyarakat yang selama ini telah berjalan. Salah satu yang disorot ialah program tanggap darurat dengan dukungan enam mobil layanan yang disiapkan untuk membantu kebutuhan masyarakat.

Program tersebut, menurut Syaiful, merupakan bagian dari upaya mendekatkan partai kepada warga melalui pelayanan yang responsif.

Dalam konteks politik lokal, pelayanan menjadi salah satu cara membangun hubungan yang berkelanjutan antara partai dan masyarakat. Kehadiran partai tidak semestinya hanya terasa ketika masa kampanye tiba, tetapi juga ketika warga membutuhkan bantuan dan perhatian.

Namun, keberhasilan program pelayanan perlu diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, jangkauan penerima manfaat, serta konsistensi pelaksanaannya.

Dengan pendekatan tersebut, pelayanan bukan sekadar kegiatan sosial untuk membangun citra, melainkan bagian dari komitmen politik yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Bagi PKB Kota Bekasi, penguatan agenda pelayanan berpotensi menjadi salah satu modal untuk mempertahankan kepercayaan pemilih sekaligus memperluas dukungan menjelang Pemilu 2029.

 

Membidik Pemilih Muda, Menyiapkan Regenerasi

Selain pelayanan masyarakat, Syaiful menyoroti pentingnya menjadikan generasi muda sebagai bagian utama dari strategi politik PKB.

Menurutnya, komposisi pemilih pada Pemilu mendatang akan semakin memberi ruang penting bagi generasi muda. Karena itu, partai harus mampu memahami aspirasi, kebutuhan, serta cara berkomunikasi yang relevan dengan kelompok pemilih tersebut.

“PKB betul-betul harus menjadi bagian dari aspirasi anak-anak muda,” katanya.

Pesan itu menuntut PKB untuk tidak hanya menjadikan generasi muda sebagai sasaran kampanye, tetapi juga memberi mereka ruang dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan organisasi.

Anak muda perlu mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam perumusan program, menyampaikan gagasan, serta mengambil peran dalam kerja-kerja politik di tingkat lokal.

Syaiful menyebut PKB telah mendorong kaderisasi di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC), termasuk kebijakan yang diarahkan pada kepengurusan dengan kader berusia maksimal 35 tahun.

Langkah regenerasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan energi baru bagi organisasi, sekaligus mempersiapkan kader yang memahami dinamika masyarakat dan tantangan politik masa depan.

Bagi PKB Kota Bekasi, regenerasi bukan hanya soal pergantian usia dalam struktur kepengurusan. Lebih dari itu, regenerasi harus menghasilkan kader yang mampu bekerja, memahami persoalan warga, dan memiliki kapasitas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur politik.

Jika target pimpinan DPRD hendak diwujudkan, ketersediaan kader muda yang kompeten dan memiliki basis dukungan yang kuat akan menjadi bagian penting dari persiapan tersebut.

Baca Juga :  Chris Sam Siwu Pimpin Koperasi Merah Putih Harapan Jaya

 

Struktur Hingga RT, Kunci Memperluas Dukungan

Syaiful juga menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, konsolidasi tidak boleh berhenti di tingkat DPC maupun PAC. Struktur partai di tingkat ranting harus benar-benar hidup dan mampu merepresentasikan masyarakat di lingkungan kelurahan.

“Ranting itu pengurus di tingkat kelurahan. Ini harus direpresentasikan perwakilan dari RT-RT setempat,” ujarnya.

Penguatan struktur hingga tingkat akar rumput dinilai penting agar partai dapat memahami kebutuhan masyarakat secara lebih langsung. Aspirasi warga tidak selalu muncul melalui forum formal; banyak persoalan justru diketahui melalui interaksi sehari-hari di lingkungan tempat tinggal.

Struktur yang aktif dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan partai, sekaligus membantu kader memahami persoalan yang membutuhkan perhatian.

Namun, keberadaan struktur saja tidak cukup. Pengurus di tingkat bawah juga perlu memiliki kegiatan yang terukur, komunikasi yang terbuka, dan kemampuan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Dengan demikian, konsolidasi organisasi tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan atau pemenuhan administrasi, tetapi berkembang menjadi kerja politik yang memiliki dampak nyata.

Bagi PKB Kota Bekasi, penguatan jaringan hingga tingkat kelurahan dan lingkungan warga dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperluas jangkauan politik menjelang 2029.

 

Target Pimpinan DPRD Harus Dibayar dengan Kerja Nyata

Target masuk jajaran Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi pada 2029 kini menjadi tantangan bagi kepengurusan PKB yang baru dikukuhkan.

Perjalanan menuju target tersebut masih membutuhkan kerja panjang. PKB harus menjaga capaian lima kursi, memperkuat struktur organisasi, mengembangkan kader muda, serta memastikan program pelayanan masyarakat berjalan secara konsisten.

Peta jalan pemenangan yang akan dibahas dalam Muskercab menjadi penting untuk menerjemahkan ambisi politik ke dalam langkah yang terukur.

Target penambahan kursi juga perlu disesuaikan dengan kondisi setiap daerah pemilihan, kekuatan kader, dinamika pemilih, serta persaingan dengan partai-partai lain.

Syaiful berharap pengurus DPC PKB Kota Bekasi mampu mempertahankan capaian Pemilu 2024 sekaligus melahirkan terobosan baru untuk menghadapi kontestasi berikutnya.

Tantangan itu bukan hanya soal seberapa banyak kursi yang bisa diraih, tetapi juga bagaimana partai mempertahankan kepercayaan publik di tengah perubahan kebutuhan dan harapan masyarakat.

Lima kursi telah menjadi modal. Kursi pimpinan DPRD menjadi sasaran berikutnya. Namun, jalan menuju 2029 akan ditentukan oleh kemampuan PKB menerjemahkan target politik menjadi pelayanan, pengorganisasian, dan kerja nyata yang dirasakan masyarakat.

Bagi PKB Kota Bekasi, Pemilu 2029 bukan sekadar kesempatan menambah angka keterwakilan. Ini adalah ujian untuk membuktikan apakah pertumbuhan elektoral yang diraih pada 2024 dapat dikembangkan menjadi kekuatan politik yang lebih besar dan berkelanjutan.

Dan pesan Syaiful Huda kepada jajaran partai terang: pertahankan capaian, tingkatkan kekuatan, dan terus bertumbuh bersama masyarakat.

(DMS)

Berita Terkait

Kasus Ponpes Bekasi, Bang Madong: Tindak Tegas Pelaku, Lindungi Masa Depan Santri
Sardi Efendi Berdialog di Forum Intelektual Muda, Dewa Rangga: Kritik Harus Berbasis Fakta
Namanya Disebut Dalam Bursa Wabup Bekasi, Waras Wasisto: Partai yang Menentukan
Waras Wasisto Jadi Perbincangan Bursa Wakil Bupati Bekasi, Pengalaman Dua Periode di DPRD Jabar Jadi Sorotan
HIPMI Bekasi Bidik Peluang Pasar dan Investasi di Business Matching Day
Sundung Sihombing Pimpin BSSLT Bekasi Raya 2026–2030, Perkuat Persaudaraan dan Karya Nyata
Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas
Bukan Sekadar Janji, Samuel Sitompul Realisasikan Lapangan dan Dukung Kas RT-RW
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:15 WIB

PKB Kota Bekasi Bidik Pimpinan DPRD/Wali Kota Pemilu 2029, Syaiful Huda: Tingkatkan Capaian!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Kasus Ponpes Bekasi, Bang Madong: Tindak Tegas Pelaku, Lindungi Masa Depan Santri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sardi Efendi Berdialog di Forum Intelektual Muda, Dewa Rangga: Kritik Harus Berbasis Fakta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Namanya Disebut Dalam Bursa Wabup Bekasi, Waras Wasisto: Partai yang Menentukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waras Wasisto Jadi Perbincangan Bursa Wakil Bupati Bekasi, Pengalaman Dua Periode di DPRD Jabar Jadi Sorotan

Berita Terbaru