Patriot Palapa News, Kota Bekasi — Semangat persaudaraan, kebersamaan, dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya Batak mewarnai perayaan partangiangan sekaligus pengukuhan pengurus baru Pomparan Borsak Sirumonggur Sihombing Lumban Toruan Boru/Bere (BSSLT) Bekasi Raya, di Gedung Serba Guna HKBP Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 750 peserta tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat solidaritas antarkeluarga, serta membangun komitmen bersama dalam mengembangkan organisasi sosial dan adat yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
Melalui musyawarah mufakat, Sundung Sihombing ditetapkan sebagai Ketua Umum BSSLT Bekasi Raya periode 2026–2030. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu melanjutkan semangat kebersamaan sekaligus menghadirkan program-program nyata yang memperkuat persatuan generasi penerus.
Perayaan tersebut mengusung tema “Sahata Saholot Marsada Roha di Bagasan Kristus”, yang berarti sehati sepikir di dalam Kristus, sebagaimana tertulis dalam Filipi 2:2.
Sementara itu, subtema yang diangkat adalah “Dengan sehati sepikir, seia sekata, Punguan Borsak Sirumonggur Sihombing Lumban Toruan dibangun untuk kemuliaan Tuhan.”
Tema tersebut menjadi landasan spiritual untuk membangun organisasi yang mengedepankan kasih persaudaraan, kerendahan hati, kepedulian, dan semangat saling menopang dalam kehidupan bermasyarakat.
Sundung Sihombing: Organisasi Harus Menghasilkan Karya Nyata
Ketua Umum BSSLT Bekasi Raya periode 2026–2030, Sundung Sihombing, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh panitia serta keluarga besar BSSLT yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Baginya, pengukuhan pengurus bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk membangun organisasi yang semakin solid, peduli, dan mampu memberikan manfaat nyata.
Sundung menegaskan, BSSLT merupakan organisasi sosial dan adat istiadat yang harus dijalankan dengan semangat kekeluargaan, ketulusan, dan pengabdian.
Ia berharap seluruh pengurus dan anggota dapat menjaga kebersamaan serta mengesampingkan perbedaan yang berpotensi melemahkan persatuan.
“Kita tahu globalisasi banyak menggerus ideologi, yang kadang ideologi ini bertentangan dengan jiwa yang dimiliki oleh bangsa kita, yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi negara. Untuk itu, menjadi kewajiban kita bersama memajukan organisasi ini serta berguna kepada masyarakat,” tegas Sundung.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar BSSLT untuk saling mendukung dan menguatkan demi kemajuan organisasi ke depan.
“Mari kita bersatu padu, saling menguatkan dan saling mendukung untuk memajukan perkumpulan kita ini ke depan dan seterusnya,” ujarnya.
Menurut Sundung, keberadaan organisasi harus mampu menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian, membangun hubungan yang harmonis, dan mempersiapkan generasi penerus agar memiliki visi yang lebih baik.
Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya menjalankan rutinitas organisasi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan program yang menjawab kebutuhan anggota.
Menyatukan Generasi, Merawat Persaudaraan
Sundung menilai, keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada kemampuan seluruh anggota menjaga persatuan dan menumbuhkan rasa saling memiliki.
Momentum pengukuhan tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian antarsesama sekaligus menghilangkan sikap iri hati dan dengki yang dapat menghambat kemajuan bersama.
Ia juga menekankan pentingnya membangun visi jangka panjang agar BSSLT Bekasi Raya dapat terus berkembang dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berperan aktif.
Dengan semangat kebersamaan, pengurus baru berkomitmen mengupayakan program kerja yang bermanfaat, memperkuat sistem organisasi, serta membuka ruang bagi lahirnya ide-ide kreatif dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial.
“Tentunya, kami sangat berharap dukungan dari kita semuanya agar program kerja ke depan dapat terlaksana dengan baik, serta ide cemerlang dalam berorganisasi lahir dari kemampuan melihat masalah sebagai peluang inovasi serta meningkatkan sistem kinerja,” imbuhnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang tidak hanya kuat dalam ikatan kekeluargaan, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Pelestarian Adat Batak sebagai Warisan Generasi
Selain pengukuhan pengurus, kegiatan partangiangan ini juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya Batak dan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Kebersamaan dalam punguan BSSLT diharapkan menjadi ruang untuk merawat tradisi, mempererat hubungan antargenerasi, serta menanamkan nilai saling menghormati dan tolong-menolong kepada generasi penerus.
Pelestarian budaya tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan adat, tetapi juga melalui kebiasaan menjaga solidaritas, membantu anggota yang membutuhkan, dan membangun hubungan harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan harapan agar BSSLT Bekasi Raya dapat menjadi teladan dalam membangun organisasi kekeluargaan yang kompak, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Sementara itu, Ketua Panitia, Mutiha Sihombing, menyampaikan harapannya agar kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Harapan kami ke depannya punguan ini lebih kompak lagi, saling bahu-membahu, rendah hati dan selalu berdamai. Untuk acara ini, ke depannya lebih meriah lagi,” ujar Mutiha.
Ia berharap semangat persaudaraan yang tercermin dalam kegiatan tersebut dapat terus tumbuh, tidak hanya ketika keluarga besar berkumpul dalam perayaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Pengurus Baru, Tanggung Jawab Bersama
Dalam kepengurusan periode 2026–2030, Sundung Sihombing didampingi Krimson Sihombing dan Mangulahi Sihombing sebagai Wakil Ketua Umum.
Sementara itu, Efendi Sihombing dipercaya sebagai Sekretaris Umum, Elister Sihombing sebagai Wakil Sekretaris, dan Henriko Situmorang sebagai Bendahara Umum.
Adapun jajaran penasehat berasal dari dua kelompok pomparan, yakni Oppung Huta Gurgur dan Hariara.
Penasehat dari Pomparan Oppung Huta Gurgur:
Wilson Sihombing
Saeki Sihombing
Eben Ezer Sihombing
Mutiha Sihombing
Tumpal Sihombing
Robertus Sihombing
Jonri Sihombing
Robinson Sihombing
Makmur Sihombing
Penasehat dari Pomparan Hariara:
Prof. Dr. Tanggor Sihombing
Tunggul Sihombing
Sampur Sihombing
Saungkilon Sihombing
Melanthon Sihombing
Baktiar Sihombing
Binsar Sihombing
Kepengurusan tersebut diharapkan mampu menjalankan amanah dengan mengedepankan koordinasi, keterbukaan, dan semangat gotong royong dalam menjalankan program organisasi.
Ditutup dengan Kebersamaan dan Sukacita
Perayaan partangiangan dan pengukuhan pengurus BSSLT Bekasi Raya berlangsung khidmat dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh sukacita, mencerminkan kuatnya ikatan persaudaraan di antara keluarga besar Borsak Sirumonggur Sihombing Lumban Toruan Boru/Bere.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama pengurus dan perwakilan BSSLT dari berbagai sektor wilayah Bekasi Raya, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu O Tano Batak sebagai ungkapan kecintaan terhadap tanah leluhur dan kebanggaan atas identitas budaya Batak.
Melalui kepengurusan baru, BSSLT Bekasi Raya diharapkan semakin solid dalam menjaga persaudaraan, melestarikan adat istiadat, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Sebab, kekuatan sebuah punguan tidak hanya terletak pada banyaknya anggota, tetapi juga pada ketulusan untuk saling membantu, kesediaan menjaga persatuan, dan komitmen menghadirkan karya nyata bagi generasi mendatang.
Dengan semangat sehati sepikir di dalam Kristus, keluarga besar BSSLT Bekasi Raya menatap periode kepengurusan 2026–2030 sebagai kesempatan untuk memperkuat persaudaraan sekaligus meneguhkan peran organisasi dalam kehidupan sosial dan pelestarian budaya di Kota Bekasi dan sekitarnya.
(DMS)









