Waras Wasisto Jadi Perbincangan Bursa Wakil Bupati Bekasi, Pengalaman Dua Periode di DPRD Jabar Jadi Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa News, Kabupaten Bekasi — Penetapan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030 membuka babak baru dinamika politik di Kabupaten Bekasi. Di tengah perubahan kepemimpinan daerah tersebut, perhatian publik mulai tertuju pada konfigurasi politik dan kemungkinan munculnya figur yang akan mengisi posisi Wakil Bupati Bekasi.

Sejumlah nama dari partai-partai politik yang memiliki kepentingan dalam dinamika pemerintahan daerah mulai diperbincangkan. PDI Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), hingga Partai Bulan Bintang (PBB) disebut-sebut memiliki figur yang berpotensi masuk dalam bursa.

Di antara nama yang menjadi sorotan adalah Waras Wasisto, tokoh senior PDI Perjuangan yang memiliki pengalaman dua periode sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Pengalaman legislatif, perjalanan organisasi politik, serta keterlibatannya dalam dinamika politik di wilayah Bekasi dan Jawa Barat membuat nama Waras menarik dicermati dalam pembicaraan mengenai kemungkinan figur pendamping kepala daerah.

Meski demikian, hingga kini, nama-nama yang beredar tersebut masih berada dalam ranah dinamika dan spekulasi politik. Belum ada pengumuman resmi yang memastikan siapa figur yang akan ditetapkan untuk mengisi posisi Wakil Bupati Bekasi.

Asep Surya Atmaja Resmi Ditetapkan sebagai Bupati Bekasi

Penetapan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif telah disahkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3282 Tahun 2026, yang ditetapkan di Jakarta pada 19 Oktober 2026.

Keputusan tersebut mengesahkan pengangkatan Asep untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2025–2030 sekaligus menindaklanjuti pemberhentian Ade Kuswara Kunang dari jabatan Bupati Bekasi.

Informasi pengesahan tersebut telah dikonfirmasi Kementerian Dalam Negeri dan diberitakan sejumlah media pada 20–21 Oktober 2026. Pelantikan Asep dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Perubahan kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bekasi, daerah dengan kawasan industri strategis dan aktivitas ekonomi yang besar. Stabilitas pemerintahan, kesinambungan program pembangunan, serta efektivitas koordinasi politik menjadi sejumlah aspek yang akan mendapat perhatian masyarakat.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Wakil Bupati tidak sekadar berkaitan dengan pemenuhan struktur pemerintahan. Posisi tersebut juga memiliki arti strategis dalam mendukung pelaksanaan kebijakan, memperkuat komunikasi politik, dan menjaga hubungan antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur masyarakat.

Karena itu, pembicaraan mengenai figur yang berpotensi mengisi posisi tersebut mulai menarik perhatian berbagai kalangan.
PDIP Menjadi Salah Satu Kekuatan Politik yang Dicermati

Ketua Pemuda Muslimin Indonesia-Bekasi, Khaqim Nurjawahir, menilai PDI Perjuangan menjadi salah satu partai yang menarik untuk dicermati dalam dinamika bursa calon Wakil Bupati Bekasi.

Menurut Khaqim, sejumlah kader partai berlambang banteng moncong putih itu dinilai memiliki potensi untuk masuk dalam pembicaraan politik. Figur dari jajaran struktural partai, termasuk unsur sekretaris dan bendahara, disebut turut menjadi bahan perbincangan. Nama Jejen Sayuti juga muncul dalam dinamika tersebut.

Di antara sejumlah nama yang beredar, Waras Wasisto menjadi figur yang menarik untuk diperhatikan, terutama jika pertimbangan politik mengarah pada kader yang telah memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan komunikasi antarkekuatan politik.

Baca Juga :  Terkait Pemukulan Wartawan, Ketua PWI Bekasi Raya: Saya Kawal Sampai Tuntas!

“Pengalaman Waras Wasisto menjadi salah satu aspek yang patut dicermati apabila namanya benar-benar masuk dalam pertimbangan politik koalisi. Dalam kontestasi politik, pengalaman, kemampuan membangun komunikasi lintas partai, serta pemahaman terhadap dinamika pemerintahan menjadi faktor penting yang kerap diperhitungkan dalam menentukan figur pendamping kepala daerah,” ujar Khaqim, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, proses penentuan figur Wakil Bupati tidak cukup hanya mempertimbangkan popularitas atau posisi seseorang di dalam partai. Kapasitas kepemimpinan, rekam jejak, kemampuan menjalin komunikasi, dan penerimaan di antara kekuatan politik juga menjadi aspek yang patut diperhitungkan.

Waras Wasisto, Tokoh Senior PDIP dengan Pengalaman Dua Periode di DPRD Jabar
Nama Waras Wasisto memiliki rekam jejak dalam politik legislatif Jawa Barat. Berdasarkan profil resmi DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras tercatat sebagai anggota DPRD Jabar periode 2019–2024 dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia bertugas di Komisi I yang membidangi pemerintahan serta menjadi anggota Badan Musyawarah.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal politik yang relevan untuk dicermati dalam pembahasan mengenai figur yang berpotensi mendampingi kepala daerah.

Sebagai tokoh senior PDI Perjuangan di wilayah Bekasi, Waras juga memiliki pengalaman mengikuti dinamika politik di tingkat daerah hingga provinsi. Perjalanan tersebut memberinya kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai elemen politik, organisasi, dan masyarakat.

Pada Pemilu 2024, Waras maju sebagai calon anggota DPR RI dari PDI Perjuangan untuk daerah pemilihan Jawa Barat VII, yang meliputi Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.

Pencalonan tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam kontestasi politik yang mencakup tiga wilayah strategis di Jawa Barat. Namun, Waras tidak terpilih menjadi anggota DPR RI dalam pemilihan tersebut.

Meski demikian, perjalanan politik tidak semata-mata ditentukan oleh keberhasilan memperoleh kursi legislatif. Pengalaman berkontestasi, membangun konsolidasi kader, serta menjalin komunikasi dengan struktur partai di berbagai wilayah juga menjadi bagian dari perjalanan seorang politisi.

Rekam Jejak Politik dan Kepedulian Sosial Menjadi Catatan

Selain pengalaman legislatif dan aktivitas kepartaian, pemberitaan mengenai Waras juga mencatat keterlibatannya dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
ANTARA, misalnya, pernah memberitakan kegiatan penyerahan alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan oleh Waras pada Agustus 2021, ketika kebutuhan perlindungan tenaga medis menjadi perhatian penting di tengah pandemi COVID-19.

Catatan tersebut dapat menjadi bagian dari gambaran aktivitas publik Waras, di samping perjalanan politik dan pengalaman organisasinya.

Dalam konteks pemerintahan daerah, pengalaman di lembaga legislatif dapat menjadi bekal untuk memahami proses pengambilan keputusan, pengawasan kebijakan, serta hubungan kerja antara eksekutif dan legislatif.
Namun, pengalaman masa lalu tetap perlu dilihat bersama kapasitas aktual, komitmen terhadap kepentingan masyarakat, dan kesesuaian dengan kebutuhan pemerintahan Kabupaten Bekasi saat ini.

Apabila namanya benar-benar dipertimbangkan, sejumlah aspek tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi partai-partai politik yang terlibat dalam proses penentuan figur Wakil Bupati.
Bukan Sekadar Pendamping, Wakil Bupati Harus Memiliki Peran Strategis
Khaqim Nurjawahir menilai posisi Wakil Bupati Bekasi tidak seharusnya dipandang hanya sebagai pelengkap struktur pemerintahan.

Baca Juga :  Lebih dari 100 Pengusaha Muda Kota Bekasi Upgrade Diri dan Bisnis Bersama HIPMI Lewat Semangat “Kudu Babarengan”

Menurutnya, figur yang menduduki posisi tersebut perlu memiliki kemampuan membangun sinergi dengan Bupati, menjaga komunikasi dengan partai-partai politik, serta memahami aspirasi masyarakat.

“Kehadiran nama Waras Wasisto juga membuka ruang diskusi mengenai sejauh mana kader berpengalaman dapat mengambil peran strategis dalam dinamika politik Kabupaten Bekasi. Posisi Wakil Bupati bukan sekadar pelengkap dalam pemerintahan, melainkan bagian penting dari kepemimpinan daerah,” lanjutnya.

Pandangan tersebut menempatkan kapasitas figur sebagai salah satu pertimbangan penting dalam dinamika politik yang sedang berkembang.

Kabupaten Bekasi memiliki tantangan pembangunan yang beragam, mulai dari penguatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan infrastruktur, pengelolaan kawasan industri, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam situasi tersebut, kepemimpinan daerah membutuhkan koordinasi yang solid, komunikasi yang efektif, dan kemampuan menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata.

Karena itu, figur Wakil Bupati yang nantinya dipilih diharapkan mampu melengkapi kepemimpinan Bupati, bukan justru menambah persoalan dalam hubungan antarlembaga maupun komunikasi politik.

PPP dan PBB Juga Masuk dalam Peta Perbincangan

Dinamika bursa Wakil Bupati Bekasi tidak hanya berkutat pada PDI Perjuangan.
Dari Partai Persatuan Pembangunan, setidaknya dua nama disebut mulai mencuat dalam perbincangan politik. Sementara itu, Partai Bulan Bintang juga memiliki figur yang disebut turut diperhitungkan, yakni Iin Farihin.

Kemunculan nama-nama tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai posisi Wakil Bupati berpotensi melibatkan pertimbangan yang lebih luas daripada sekadar penentuan figur dari satu partai.

Komunikasi antarkekuatan politik, kepentingan organisasi, serta kesesuaian kandidat dengan kebutuhan pemerintahan daerah dapat menjadi bagian dari proses yang menentukan arah pembicaraan berikutnya.

Bagi PDI Perjuangan, figur senior dengan pengalaman legislatif seperti Waras Wasisto berpotensi menjadi bahan diskusi apabila partai mempertimbangkan kader berdasarkan pengalaman, rekam jejak, dan kemampuan komunikasi politik.

Namun, peluang tersebut tetap perlu ditempatkan secara proporsional. Nama Waras Wasisto yang menjadi sorotan belum dapat dimaknai sebagai keputusan resmi partai ataupun kesepakatan koalisi.

Menanti Arah Politik Kabupaten Bekasi
Pada akhirnya, penentuan Wakil Bupati Bekasi tidak hanya ditentukan oleh nama yang ramai diperbincangkan di ruang publik.

Keputusan akan bergantung pada ketentuan peraturan perundang-undangan, mekanisme pengisian jabatan yang berlaku, pertimbangan partai politik, serta proses politik yang harus ditempuh oleh pihak-pihak terkait.

Karena itu, perkembangan bursa ini masih perlu dicermati sembari menunggu keterangan resmi dari partai-partai yang disebut memiliki kandidat potensial.

Di tengah dinamika tersebut, nama Waras Wasisto menghadirkan satu pertanyaan menarik dalam peta politik Bekasi: sejauh mana pengalaman seorang tokoh senior partai dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan figur yang akan mendampingi kepala daerah?
Jawabannya akan terlihat dari perkembangan komunikasi politik dan keputusan resmi yang muncul dalam tahapan berikutnya.

Bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, yang paling penting bukan sekadar siapa yang menduduki kursi Wakil Bupati, melainkan siapa yang mampu bekerja bersama Bupati untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif, pelayanan publik semakin baik, dan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

(DMS)

Berita Terkait

Namanya Disebut Dalam Bursa Wabup Bekasi, Waras Wasisto: Partai yang Menentukan
HIPMI Bekasi Bidik Peluang Pasar dan Investasi di Business Matching Day
Sundung Sihombing Pimpin BSSLT Bekasi Raya 2026–2030, Perkuat Persaudaraan dan Karya Nyata
Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas
Bukan Sekadar Janji, Samuel Sitompul Realisasikan Lapangan dan Dukung Kas RT-RW
PKB Kota Bekasi Perkuat Sinergi Media dan Program Kerakyatan
Oloan Nababan Tegaskan Pokir DPRD Masih Ada, Banjir dan PJU Jadi Prioritas Aspirasi Warga Bojongmenteng
Oloan Nababan Serap Aspirasi Warga Pengasinan, Banjir Jadi Persoalan Utama
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Namanya Disebut Dalam Bursa Wabup Bekasi, Waras Wasisto: Partai yang Menentukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waras Wasisto Jadi Perbincangan Bursa Wakil Bupati Bekasi, Pengalaman Dua Periode di DPRD Jabar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:41 WIB

HIPMI Bekasi Bidik Peluang Pasar dan Investasi di Business Matching Day

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Sundung Sihombing Pimpin BSSLT Bekasi Raya 2026–2030, Perkuat Persaudaraan dan Karya Nyata

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas

Berita Terbaru