Pansus Raperda Penyertaan Modal Jadi Payung Hukum Baru BUMD Kota Bekasi

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa, Kota Bekasi— Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bekasi mencatat capaian monumental sepanjang tahun 2025. Dari total 11 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk agenda prioritas legislasi, 9 regulasi telah resmi disahkan menjadi Perda, dan 2 sisanya memasuki tahap akhir pembahasan.

Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi, Dariyanto, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bentuk keseriusan DPRD dalam membangun tata kelola yang lebih kuat, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Secara keseluruhan, dari 11 Raperda yang diusulkan tahun ini, sudah 9 Raperda selesai menjadi Perda. Dua regulasi terakhir sedang kami finalisasi,” jelas Dariyanto, Rabu (19/11/2025).

Dua Raperda yang tengah memasuki fase akhir adalah:

1. Raperda APBD Murni Tahun 2026, yang dijadwalkan disahkan pada 27 November 2025;

2. Raperda Penyertaan Modal BUMD, yang diproyeksikan rampung pada 15 Desember 2025 melalui pembahasan Panitia Khusus (Pansus) 8.

 

Regulasi Penyertaan Modal BUMD: Payung Hukum Baru yang Dinanti

Raperda Penyertaan Modal BUMD menjadi perhatian utama DPRD setelah adanya temuan administratif dari BPK tahun sebelumnya. Temuan itu menunjukkan perlunya kejelasan landasan hukum, mekanisme pengawasan, serta konsistensi prosedur penyertaan modal di Kota Bekasi.

Baca Juga :  Meriahkan Rangkaian HPN, PWI Bersama Seluruh Perwakilan Organ Wartawan Bekasi Raya Adakan Santunan Yatim dan Buka Bersama

Dariyanto menegaskan bahwa pembentukan Perda ini adalah bentuk tanggung jawab DPRD untuk memastikan tata kelola BUMD tidak lagi menjadi sorotan audit, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha daerah.

“Ini bukan sekadar membahas regulasi, tetapi memastikan penyertaan modal tidak lagi menimbulkan persoalan hukum di masa depan. Perda ini memberi kejelasan dan kepastian bagi BUMD untuk menyusun rencana bisnis dengan aman dan terukur,” ujarnya.

Raperda ini dirumuskan berdasarkan naskah akademik yang disusun Universitas Bina Nusantara (Binus) dan telah dimasukkan ke Propemperda 2025 melalui keputusan Paripurna pada 13 November 2025.

 

Konsistensi Kinerja Legislasi: DPRD Tidak Sekadar Berjalan — DPRD Bekerja

Sepanjang tahun anggaran 2025, DPRD Kota Bekasi telah menyelesaikan serangkaian Raperda strategis, mulai dari reformasi pelayanan publik, penataan pengelolaan keuangan daerah, hingga pembentukan perangkat tata kelola baru dalam mendukung era fiskal yang lebih ketat.

Capaian 9 Perda rampung, ditambah jalannya pembahasan 2 regulasi terakhir, menunjukkan bahwa Bapemperda menjalankan mandat legislasi bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai instrumen perubahan daerah.

“Propemperda 2025 adalah komitmen kerja. DPRD ingin memastikan seluruh regulasi yang lahir benar-benar relevan, adaptif, dan menjawab kebutuhan masyarakat Kota Bekasi,” tegas Dariyanto.

Baca Juga :  Salurkan Aspirasi, Evi Mafriningsianti Serahkan 3 Unit Ambulans untuk Warga Bekasi

 

Pansus 8 Bergerak: Mengawal Investasi Daerah agar Lebih Akuntabel

Pansus 8, yang dibentuk melalui Paripurna, diberi mandat khusus untuk menuntaskan Perda Penyertaan Modal BUMD. Kehadiran pansus ini mencerminkan keseriusan DPRD dalam mengawal investasi daerah agar tidak lagi bersinggungan dengan masalah hukum atau multitafsir administratif.

Raperda ini juga akan menjadi rujukan penting bagi BUMD untuk menyusun rencana bisnis tahun 2026 dan seterusnya.

 

Penutup: Tahun Legislasi yang Produktif

Dengan progres 11 Raperda yang hampir tuntas seluruhnya, DPRD Kota Bekasi memasuki fase akhir tahun dengan keyakinan kuat bahwa fondasi pembangunan daerah telah diletakkan lebih kokoh.

Perda Penyertaan Modal BUMD akan menjadi tonggak pembenahan tata kelola ekonomi daerah, sedangkan Perda APBD 2026 akan menjadi payung fiskal bagi pembangunan.

DPRD Kota Bekasi memastikan bahwa seluruh proses dilakukan secara transparan, kolaboratif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kepentingan publik adalah kompas kami. Setiap Perda yang lahir, harus mempermudah, memperkuat, dan menyejahterakan masyarakat Kota Bekasi,” tutup Dariyanto.

(ADV/DPRD)

Berita Terkait

PLN Re-Energize GI Jampang Kulon, Listrik Andal Buka Jalan Ekonomi Selatan Sukabumi
Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan
Disabilitas Terlantar, Dinsos Dipertanyakan
PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Bangun Sinergi Informasi Publik, Aktifkan Pokdar Kamtibmas dan Giat Sosial
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
B50 Wajib Jalan, Temi Hermanto: Dunia Usaha Harus Siap Beradaptasi
PWI Bekasi Raya Siap Kawal Hasil Konferprov Jabar
Saatnya Bekasi Bersatu! Vote Mpok Arin Nomor 26 di Final Abang Mpok Kota Bekasi 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:52 WIB

PLN Re-Energize GI Jampang Kulon, Listrik Andal Buka Jalan Ekonomi Selatan Sukabumi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Disabilitas Terlantar, Dinsos Dipertanyakan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:25 WIB

PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Bangun Sinergi Informasi Publik, Aktifkan Pokdar Kamtibmas dan Giat Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Berita Terbaru

Jawa Barat

Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan

Kamis, 27 Agu 2026 - 06:11 WIB

Dinsos

Disabilitas Terlantar, Dinsos Dipertanyakan

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:42 WIB