PLN Re-Energize GI Jampang Kulon, Listrik Andal Buka Jalan Ekonomi Selatan Sukabumi

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Patriot Palapa News, Sukabumi – Penguatan infrastruktur kelistrikan kembali membawa angin segar bagi masa depan perekonomian Kabupaten Sukabumi. PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan kembali atau re-energize Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kV berkapasitas 1×60 MVA pada 27 Agustus 2026.

Beroperasinya kembali GI Jampang Kulon bukan sekadar menambah keandalan pasokan listrik. Lebih jauh, infrastruktur ini menjadi bagian penting dari upaya PLN memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi di kawasan Selatan Sukabumi, yang menyimpan potensi besar di sektor kelautan, perikanan, UMKM, industri kecil hingga investasi.

GI Jampang Kulon diperkuat jaringan transmisi sepanjang 56,96 kilometer dengan 88 titik tower, serta jaringan SUTT 150 kV PLTU Pelabuhan Ratu–Jampang Kulon. PLN juga telah menyiapkan empat jalur penyulang untuk mendukung penyaluran tenaga listrik kepada pelanggan.

Kehadiran kembali GI tersebut membuat konfigurasi sistem kelistrikan di wilayah Jampang Kulon menjadi lebih kuat dan fleksibel.

Sebelum dilakukan re-energize, fleksibilitas manuver jaringan masih terbatas. Ketika terjadi gangguan, alternatif pasokan dari gardu induk lainnya membuat proses pemulihan membutuhkan waktu lebih panjang.

Kini, dengan kembali beroperasinya GI Jampang Kulon, PLN memiliki alternatif pasokan dan kemampuan manuver jaringan yang lebih optimal. Kondisi tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan keandalan pelayanan listrik bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan energi dunia usaha.

 

Listrik Andal, Ekonomi Selatan Sukabumi Bergerak

Wakil Bupati Sukabumi Andreas menyambut positif pengoperasian kembali GI Jampang Kulon.

Menurutnya, ketersediaan listrik yang kuat dan andal merupakan bagian penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Kehadiran gardu yang telah direvitalisasi dan ditingkatkan kapasitasnya agar lebih kuat, andal, dan siap melayani beban listrik yang terus bertambah merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ujar Andreas.

Ia menegaskan, listrik bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi telah menjadi salah satu faktor strategis dalam menggerakkan roda perekonomian.

“Listrik adalah urat nadi pembangunan. Ketersediaan energi listrik yang andal tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pelayanan publik, serta pembangunan daerah,” katanya.

Dengan karakteristik wilayah Sukabumi yang luas, penguatan jaringan listrik menjadi semakin penting, terutama di kawasan Selatan yang memiliki potensi ekonomi cukup besar.

Baca Juga :  Puteri Komarudin Ajak Warga Bekasi Kembali Hayati Makna Empat Pilar Kebangsaan

Salah satu potensi tersebut berada di sektor kelautan. Kabupaten Sukabumi memiliki garis pantai sekitar 117 kilometer, yang menjadi ruang tumbuh bagi berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Andreas mencontohkan potensi usaha yang membutuhkan dukungan listrik andal, seperti cold storage, penyediaan es batu untuk nelayan, tambak udang hingga berbagai industri kecil dan UMKM.

“Wilayah kami yang panjang pantainya kurang lebih 117 kilometer pastinya banyak juga yang usaha di laut. Seperti usaha cold storage dan penyediaan es batu bagi nelayan yang potensinya luar biasa. Selain itu, ada tambak udang dan industri-industri kecil lainnya karena Sukabumi juga ada banyak UMKM,” tuturnya.

 

PLN Buka Ruang Baru bagi UMKM dan Dunia Usaha

Vice President Efisiensi, Kualitas dan Pengukuran Distribusi Jawa, Madura, dan Bali PLN Wahyu C. Prasetyo, mengatakan pengoperasian kembali GI Jampang Kulon memberikan ruang yang semakin luas bagi pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan kapasitas 1×60 MVA dan empat jalur penyulang yang telah disiapkan, PLN optimistis kebutuhan listrik masyarakat maupun pelaku usaha dapat dilayani dengan sistem yang semakin fleksibel.

“Dengan energize-nya Gardu Induk Jampang Kulon 1×60 MVA yang sekarang sudah ada empat jalur penyulang yang sudah disiapkan oleh teman-teman PLN, semakin membuka peluang usaha UMKM di sekitar,” kata Wahyu.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan memiliki efek berantai.

Ketika listrik tersedia secara andal, pelaku usaha memiliki ruang untuk meningkatkan produksi. Ketika produksi tumbuh, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi masyarakat pun bergerak lebih dinamis.

Listrik yang menyala bukan sekadar lampu yang terang, tetapi juga peluang usaha yang ikut menyala.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dari Selatan Jawa Barat

Dari sisi kesiapan sistem, General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan penguatan infrastruktur kelistrikan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan kebutuhan energi berjalan beriringan dengan kesiapan jaringan.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik berjalan beriringan dengan kesiapan infrastrukturnya. Dengan sistem yang semakin kuat dan andal, PLN dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai potensi usaha di wilayah Selatan Jawa Barat,” ujarnya.

Menurut Joharifin, karakteristik geografis Jawa Barat yang luas dan beragam membutuhkan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Bangun Sinergi Informasi Publik, Aktifkan Pokdar Kamtibmas dan Giat Sosial

Termasuk kawasan Selatan Sukabumi yang memiliki tantangan geografis sekaligus menyimpan potensi ekonomi yang besar.

“Jawa Barat memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik yang beragam. Karena itu, membangun sistem kelistrikan yang andal membutuhkan perencanaan, investasi infrastruktur, dan kolaborasi dengan banyak pihak. Kami terus memperkuat jaringan agar kebutuhan listrik masyarakat dapat dilayani, termasuk hingga wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis,” jelas Joharifin.

 

Kolaborasi PLN Group dan Pemerintah Jadi Kunci

Pengoperasian kembali GI Jampang Kulon merupakan hasil kerja kolaboratif PLN Group yang melibatkan PLN UIP JBT, PLN UPT Bogor dan PLN UID Jawa Barat, bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, unsur stakeholder, mitra kerja serta berbagai pihak yang mendukung pembangunan dan pengoperasian infrastruktur tersebut.

Wahyu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, unsur Forkopimda, stakeholder, mitra kerja serta seluruh insan PLN yang berkontribusi dalam proses re-energize GI Jampang Kulon.

“Bagi PLN, kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh unsur stakeholder merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan dan pengoperasian infrastruktur ketenagalistrikan. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada pihak yang telah memberikan kontribusi terbaiknya,” ungkap Wahyu.

 

Menyalakan Energi, Menyalakan Harapan

Beroperasinya kembali GI Jampang Kulon menjadi bagian dari perjalanan panjang PLN dalam memastikan listrik hadir semakin dekat, semakin andal dan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat.

Di Selatan Sukabumi, energi listrik kini diharapkan tidak hanya menjadi penopang aktivitas rumah tangga, tetapi juga menjadi bahan bakar pertumbuhan ekonomi baru.

Cold storage dapat berkembang. Nelayan memperoleh dukungan infrastruktur. Tambak dan industri kecil memiliki ruang ekspansi. UMKM dapat meningkatkan produktivitas. Investasi pun memiliki fondasi energi yang lebih kuat.

Dengan demikian, re-energize GI Jampang Kulon bukan sekadar cerita tentang sebuah gardu yang kembali dialiri energi.

Ini adalah cerita tentang bagaimana listrik membuka pintu peluang—dari rumah-rumah warga, sentra UMKM, kawasan pesisir hingga ruang investasi yang lebih luas.

PLN berharap penguatan sistem kelistrikan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan pelanggan, pengembangan usaha dan investasi di Selatan Sukabumi.

Ketika listrik semakin andal, roda ekonomi pun memiliki energi untuk bergerak lebih jauh.

(DMS)

Berita Terkait

Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan
Disabilitas Terlantar, Dinsos Dipertanyakan
PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Bangun Sinergi Informasi Publik, Aktifkan Pokdar Kamtibmas dan Giat Sosial
Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi
B50 Wajib Jalan, Temi Hermanto: Dunia Usaha Harus Siap Beradaptasi
PWI Bekasi Raya Siap Kawal Hasil Konferprov Jabar
Saatnya Bekasi Bersatu! Vote Mpok Arin Nomor 26 di Final Abang Mpok Kota Bekasi 2026
Lagi Cari Tempat Makan Rame-Rame? Nasi Tempong Nusa Dua Galaxy Jawabannya!
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:52 WIB

PLN Re-Energize GI Jampang Kulon, Listrik Andal Buka Jalan Ekonomi Selatan Sukabumi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Disabilitas Terlantar, Dinsos Dipertanyakan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:25 WIB

PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Bangun Sinergi Informasi Publik, Aktifkan Pokdar Kamtibmas dan Giat Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

Berita Terbaru

Jawa Barat

Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan

Kamis, 27 Agu 2026 - 06:11 WIB

Dinsos

Disabilitas Terlantar, Dinsos Dipertanyakan

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:42 WIB