Reses III Sardi Efendi: Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Dorong Perempuan Bekasi Lebih Berdaya dan Mandiri
Patriot Palapa News, Kota Bekasi – Pembangunan tidak selalu harus dimulai dari jalan yang mulus atau infrastruktur yang megah. Meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dari pembangunan yang menyentuh kehidupan warga.
Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Reses III DPRD Kota Bekasi yang digelar Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., di Jalan Melati Raya RT 01/RW 02, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Jumat (9/10/2026).
Di hadapan warga, khususnya kaum ibu yang hadir, Sardi menegaskan bahwa reses tidak semata-mata menjadi ruang untuk menyerap aspirasi mengenai pembangunan fisik. Lebih dari itu, reses juga harus menjadi momentum untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif.
“Reses bukan saja bicara infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui program-program pelatihan. Seperti yang sudah pernah dilakukan, yaitu pelatihan memasak dan membuat kue. Ke depan, kita juga mendorong pelatihan merangkai buket bunga,” terang Sardi dalam kegiatan tersebut.
Dari Keterampilan Menjadi Peluang Usaha
Bagi Sardi, pelatihan keterampilan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga.
Kemampuan memasak, membuat kue, hingga merangkai buket bunga bukan sekadar aktivitas kreatif. Jika dikelola dengan serius, keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi produk bernilai jual, membuka usaha rumahan, bahkan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
Terlebih, peluang usaha berbasis keterampilan relatif dapat dimulai dari lingkungan sendiri dengan menyesuaikan kemampuan dan modal yang dimiliki.
Melalui program pemberdayaan yang tepat, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Karena itu, pengembangan pelatihan keterampilan menjadi salah satu gagasan yang relevan untuk terus didorong, terutama bagi kaum perempuan yang ingin mengembangkan potensi diri sekaligus membantu memperkuat ekonomi keluarga.
Pendekatan tersebut juga memperluas makna reses sebagai ruang komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat. Aspirasi yang dihimpun tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fasilitas umum, tetapi juga menyangkut kesempatan warga untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kesejahteraan.
Launching Koperasi, Membuka Ruang Kolaborasi
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri Susi, Ketua Koperasi Konsumen Madani Bina Sejahtera, yang sekaligus melaksanakan peluncuran atau launching koperasi.
Kehadiran koperasi menjadi bagian menarik dalam pertemuan tersebut karena semangat pemberdayaan masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk kelembagaan ekonomi yang dapat menjadi ruang kolaborasi dan pengembangan potensi warga.
Koperasi diharapkan dapat berperan dalam membangun kebersamaan, memperkuat kegiatan ekonomi anggota, serta membuka peluang kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, pengembangan keterampilan akan semakin bermakna apabila diikuti dengan pendampingan, akses pemasaran, dan pengelolaan usaha yang baik. Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada kegiatan belajar, tetapi dapat berlanjut menjadi aktivitas ekonomi yang berkesinambungan.
Sinergi antara masyarakat, koperasi, dan lembaga pelatihan pun berpotensi menjadi salah satu jalan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi di tingkat lingkungan.
Kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan
Reses III tersebut juga dihadiri Mardiana Asmarani, Ketua DPC HILLSI (Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia) Kota Bekasi, serta Dik Dik, pimpinan LPK Bunga Bangsa.
Kehadiran unsur lembaga pelatihan membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan program peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dukungan lembaga pelatihan menjadi penting agar program pemberdayaan dapat dirancang secara lebih terarah, mulai dari materi pembelajaran, praktik keterampilan, hingga kemungkinan pengembangan produk menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, pelatihan seperti memasak, membuat kue, dan merangkai buket bunga dapat menjadi alternatif kegiatan produktif bagi warga, khususnya kaum ibu yang ingin memulai usaha dari rumah.
Kolaborasi semacam ini juga dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidang pelatihan, sehingga potensi lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.
Reses yang Mendekatkan Aspirasi dengan Solusi
Melalui kegiatan di Kelurahan Kalibaru tersebut, Sardi Efendi mengangkat pesan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Infrastruktur tetap penting sebagai penopang aktivitas masyarakat. Namun, kemampuan warga dalam mengolah potensi, menciptakan produk, dan membangun usaha juga menjadi investasi sosial yang tidak kalah berarti.
Bagi masyarakat, kesempatan memperoleh keterampilan dapat menjadi awal dari perubahan sederhana yang berdampak nyata bagi kehidupan keluarga. Dari dapur rumah, usaha kue dapat tumbuh. Dari keterampilan merangkai bunga, peluang usaha kreatif bisa terbuka.
Pada akhirnya, pembangunan yang baik bukan hanya menghadirkan perubahan pada lingkungan fisik, melainkan juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, produktif, dan mandiri.
Reses III Sardi Efendi di Kalibaru pun menjadi momentum untuk memperkuat gagasan tersebut: menyerap aspirasi, membuka ruang kolaborasi, serta mendorong pemberdayaan agar manfaat pembangunan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
(DMS)









