Patriot Palapa, Kota Bekasi – Suasana hangat bulan Ramadan menjadi saksi tekad besar futsal Kota Bekasi menatap Porprov Jawa Barat 2026 dan Piala Gubernur Jawa Barat. Konsolidasi pengurus, pelatih, dan pemain Asosiasi Futsal Kota (AFK) Bekasi digelar melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Warkop Oyot, Jalan Buana Raya No.14, Jakamulya, Bekasi Selatan, Rabu (25/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung pada hari ke-8 Ramadan itu menjadi momentum penting bagi AFK Bekasi untuk menyatukan semangat dan memantapkan persiapan menghadapi agenda kompetisi besar tahun ini. Ketua AFK Kota Bekasi, Haji Heri Koswara, M.A., atau yang akrab disapa Bang Heri, menegaskan bahwa konsolidasi menjadi kunci keberhasilan organisasi olahraga menjelang pertandingan.
“Acara ini dalam rangka konsolidasi pengurus, pelatih dan pemain. Momentum organisasi seperti ini penting sekali apalagi kita akan menghadapi Piala Gubernur dan Porprov tahun ini. Komunikasi yang kuat akan menentukan keberhasilan,” ujar Bang Heri.
Sebanyak 25 pemain putra dan putri hadir bersama jajaran pengurus dan pelatih. Bang Heri menyebut seluruh kekuatan tim telah berkumpul dalam satu barisan yang solid.
Ia optimistis futsal Kota Bekasi mampu mencapai target besar di ajang Porprov mendatang.
“Saya sangat yakin Bekasi bisa mencapai target emas di cabang futsal pada Porprov yang akan datang, InsyaAllah,” harapnya.
Konsolidasi Mental Menuju Emas
Bang Heri menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik dan strategi permainan. Ia menyebut kekuatan mental menjadi faktor penentu dalam pertandingan.
Menurutnya, pemain dengan teknik terbaik sekalipun tidak akan mampu tampil maksimal tanpa mental yang kuat.
“Taktik pelatih dan skill pemain belum cukup. Harus ditunjang mentalitas yang kuat supaya ketika menghadapi masalah di pertandingan bisa diatasi,” katanya.
Momentum Ramadhan, menurut Bang Heri, menjadi sarana pembinaan mental sekaligus spiritual bagi para atlet. Ia mengingatkan bahwa mentalitas dibangun melalui ibadah, disiplin latihan, serta ketaatan kepada pelatih.
“Ikuti instruksi pelatih. Itu salah satu nilai keberhasilan. Kalau sombong, membangkang dan merasa paling hebat, tidak akan bisa bekerja sama,” pesannya kepada para pemain.
Bang Heri menegaskan bahwa setiap pemain yang terpilih telah melalui proses panjang dan objektif.
“Dalam olahraga kemampuan tidak bisa dibeli. Tidak bisa jadi pemain inti hanya karena anak pejabat. Semua harus melalui proses panjang dengan kegigihan dan semangat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para atlet bahwa mereka adalah wajah Kota Bekasi di arena pertandingan.
“Kalian sudah menjadi cermin Kota Bekasi. Kalau kalian baik di lapangan, itu mencerminkan Kota Bekasi juga baik,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Bang Heri mengajak seluruh tim untuk berikhtiar maksimal sebelum menyerahkan hasil kepada Tuhan.
“Kalau usaha sudah dilakukan, doa sudah dilakukan, latihan sudah dilakukan, maka hasilnya kita tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkas dia.
Persiapan Terstruktur Sejak Awal Tahun
Wakil Sekretaris I AFK Kota Bekasi, Ahmad Faqih Al Fauzi, menjelaskan bahwa persiapan tim futsal Kota Bekasi telah dimulai sejak Januari 2026.
Pertandingan Piala Gubernur Jawa Barat akan berlangsung di Garut pada 10–17 Mei 2026 dengan mengirimkan tim putra dan putri masing-masing 18 pemain serta empat pelatih di setiap kategori.
“Persiapan sudah dimulai sejak Januari dan akan dilanjutkan sampai pertengahan Ramadan, kemudian dilanjutkan kembali awal April sampai Piala Gubernur,” jelasnya.
Program latihan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:
– Persiapan umum (Januari–April)
– Persiapan khusus (Mei–Juli)
– Persiapan akhir atau pemusatan latihan (Agustus–Oktober)
Adapun pelaksanaan Porprov Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga pertengahan November 2026.
AFK Kota Bekasi menargetkan dua medali emas dari kategori putra dan putri.
“Kita sangat optimistis Bekasi bisa meraih dua medali emas di Porprov,” katanya.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, prestasi futsal Kota Bekasi menunjukkan peningkatan signifikan.
Tim putri berhasil meraih posisi runner-up Kejuaraan Provinsi, sementara dua pemain futsal Kota Bekasi berhasil menembus tim nasional bahkan meraih gelar pemain terbaik.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Bekasi memiliki potensi besar sebagai salah satu kekuatan futsal di Jawa Barat bahkan nasional.
Tuan Rumah Tanpa Rumah Futsal
Di balik optimisme meraih emas, AFK Bekasi menghadapi persoalan mendasar: belum adanya venue futsal yang jelas untuk Porprov 2026, padahal Kota Bekasi berstatus sebagai tuan rumah.
Bang Heri menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Kota Bekasi.
“Kalau sudah menyanggupi sebagai tuan rumah, konsekuensinya harus menyiapkan sarana prasarana. Futsal sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang sangat digemari masyarakat dan mendunia,” tegasnya.
Menurutnya, fasilitas yang memadai akan melahirkan lebih banyak pemain futsal berprestasi dari Kota Bekasi.
“Saya yakin bibit-bibit futsal tingkat nasional akan banyak bermunculan kalau fasilitas latihan diperhatikan dengan serius,” ujarnya.
Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah.
“Sampai sekarang belum ada arah ke sana. Saya sudah sering mengingatkan, tapi sepertinya belum menjadi prioritas,” ujar Bang Heri.
Bang Heri berharap pertandingan futsal Porprov tetap digelar di Kota Bekasi.
“Saya berharap jangan di luar Kota Bekasi. Kita tuan rumah, harusnya di Bekasi,” tegasnya.
Bekasi dan Mimpi Emas Futsal
Pertemuan sederhana di sebuah warung kopi pinggir jalan itu menjadi simbol semangat besar futsal Kota Bekasi. Di tengah keterbatasan fasilitas, para pemain tetap berlatih dan bermimpi tentang podium juara.
AFK Bekasi percaya bahwa prestasi lahir dari proses panjang, bukan kemewahan fasilitas semata. Namun sebagai tuan rumah Porprov 2026, Bekasi dinilai sudah saatnya menunjukkan keseriusan dengan menyediakan sarana yang layak bagi atletnya.
Target emas telah dipasang. Tim telah disiapkan. Mental telah ditempa.
Kini, futsal Kota Bekasi menunggu satu hal yang belum pasti: rumah untuk bertanding di kotanya sendiri.
(DM)









