Patriot Palapa News, Kota Bekasi, 3 OKTOBER 2026 – Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kota Bekasi terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Barat 2026. Memasuki sekitar satu bulan sebelum pertandingan, berbagai persiapan mulai dari atlet, peralatan, latihan, scoring hingga Training Center (TC) terus dilakukan.
Sekretaris Umum PERPANI Kota Bekasi, Sugeng Wiyono, S.E., M.H., mengatakan salah satu fokus utama saat ini adalah memastikan peralatan pertandingan dapat digunakan dan disesuaikan dengan masing-masing atlet.
Menurutnya, peralatan panahan perlu dicoba terlebih dahulu agar atlet memiliki waktu beradaptasi dan menemukan kecocokan sebelum turun dalam pertandingan.
“Peralatan harus dipakai terlebih dahulu agar atlet bisa menyesuaikan. Dengan waktu sekitar satu bulan sebelum PORPROV, kami berharap peralatan yang diserahkan hari ini dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Sugeng saat ditemui awak media di Grand Arsyilla Wulan Sari Bekasi usai penyerahan peralatan.
PERPANI Kota Bekasi akan menurunkan 23 atlet dalam PORPROV Jabar 2026. Para atlet dipersiapkan untuk sejumlah nomor pertandingan dari beberapa divisi, termasuk compound dan standard nasional, baik nomor individual maupun beregu.
Dari 5 Perak Dibidik 5 Emas
Sugeng menjelaskan, target PERPANI Kota Bekasi pada PORPROV Jabar 2026 meningkat dibandingkan capaian sebelumnya.
Jika pada PORPROV sebelumnya Kota Bekasi meraih lima medali perak, kali ini PERPANI menargetkan lima medali emas.
“Dari kami pengurus memang memberikan target peningkatan, dari PORPROV sebelumnya lima perak menjadi lima emas. Karena kami melihat potensi atlet Kota Bekasi di beberapa event terakhir,” jelasnya.
Sejumlah hasil kejuaraan menjadi modal optimisme PERPANI. Di Cirebon, atlet Kota Bekasi berhasil meraih juara umum. Kemudian pada kejuaraan di Tasikmalaya, Kota Bekasi meraih tiga medali emas, meski terdapat satu atlet yang tidak masuk dalam tim PORPROV.
Pada kejuaraan terbaru di Bandung, atlet Kota Bekasi juga berhasil membawa pulang dua medali emas.
“Hasil-hasil itu menggambarkan potensi atlet panahan Kota Bekasi. Harapannya, prestasi tersebut bisa kembali ditingkatkan pada PORPROV Jabar,” katanya.
Latihan dan Scoring Diperkuat
Memasuki fase akhir persiapan, atlet tidak hanya menjalani latihan rutin, tetapi juga mengikuti scoring untuk mengukur perkembangan kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
“Kalau hanya latihan, kami tidak tahu perkembangan dan peningkatan atlet. Karena itu scoring penting untuk melihat kesiapan mereka menghadapi pertandingan,” tutur Sugeng.
PERPANI juga menyiapkan Training Center (TC) menjelang pertandingan. Idealnya TC dilakukan selama satu bulan, namun karena keterbatasan anggaran, pelaksanaannya direncanakan sekitar satu pekan sebelum pertandingan.
Untuk lokasi TC, PERPANI belum mengungkapkan secara rinci karena menjadi bagian dari strategi persiapan kontingen.
“Tempatnya sudah kami siapkan dan sudah dicek oleh pelatih. Untuk lokasi dan detailnya belum bisa kami informasikan karena ini bagian dari strategi,” ungkapnya.
Peralatan Masih Menjadi Tantangan
Sugeng mengakui dukungan anggaran untuk cabang olahraga panahan masih menjadi tantangan. Harga peralatan panahan yang relatif tinggi membuat kebutuhan atlet belum seluruhnya dapat dipenuhi melalui anggaran organisasi.
“Kalau bicara ideal, dukungan yang ada memang belum mencukupi. Harga alat panahan cukup mahal. Karena itu banyak atlet yang selama ini juga menyiapkan busur dan perlengkapannya sendiri,” katanya.
Ia berharap prestasi para atlet nantinya dapat menjadi dasar untuk meningkatkan dukungan terhadap pembinaan panahan di Kota Bekasi.
Menurutnya, panahan memiliki peluang medali dari berbagai nomor, baik individual maupun beregu.
Dalam persaingan PORPROV Jabar 2026, Kota Bandung disebut menjadi salah satu daerah yang perlu diperhitungkan.
Meski demikian, PERPANI Kota Bekasi memilih fokus memperkuat kesiapan internal hingga hari pertandingan.
Busur boleh berbeda. Anak panah boleh melesat dengan kecepatan berbeda. Tetapi satu tujuan menyatukan para atlet PERPANI Kota Bekasi: mengubah lima perak menjadi lima emas dan membawa nama Kota Bekasi setinggi mungkin di PORPROV Jawa Barat 2026.
(DMS)









