Undangan WhatsApp 3 Jam Sebelum Acara, Ketua PWI: Itu Bukan Etika, Pers Bukan Pelengkap Seremonial Pemkot Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Ade Muksin, SH, meledak dengan protes keras terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Ia menolak menghadiri acara Konsultasi Publik Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pada Selasa (26/8/2025), lantaran undangan resmi dianggap diperlakukan semena-mena dan merendahkan martabat profesi wartawan.

Undangan fisik yang seharusnya dikirim secara layak tak pernah diterima PWI Bekasi. Ironisnya, undangan baru diteruskan via aplikasi WhatsApp oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, kepada Sekretaris PWI Bekasi Raya, Michael LL Lengkong, hanya tiga jam sebelum acara dimulai. Fakta kemudian menguak, distribusi undangan justru menjadi kewenangan Bappelitbangda. Carut-marut ini kian mempertegas bobroknya koordinasi antar-OPD di tubuh Pemkot.

Baca Juga :  Heri-Sholihin Gelar Halalbihalal, Tegaskan Relawan Tetap Aktif Bangun Bekasi

“PWI memang tercantum dalam daftar undangan resmi di urutan ke-89. Tapi undangan fisiknya tidak pernah sampai ke kantor PWI maupun ke saya. Baru pagi ini, tiga jam sebelum acara, dilempar lewat WhatsApp ke sekretaris saya. Cara seperti ini jelas melecehkan organisasi pers,” tegas Ade Muksin dengan nada tajam.

Menurut Ade, pola komunikasi ala Pemkot Bekasi itu tidak sekadar ceroboh, tapi mencerminkan lemahnya manajemen pemerintahan dan nihilnya etika kelembagaan. Ia menilai pemerintah daerah tidak serius membangun kemitraan dengan pers, padahal pers adalah mitra strategis dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.

Baca Juga :  Warga Jatisampurna Antusias Sambut Paslon 1, Bang Heri Ingatkan Warga Tolak Politik Uang

“Wartawan bukan pelengkap seremoni. Kami adalah pilar demokrasi sekaligus penjaga transparansi. Jika undangan saja diperlakukan sebatas formalitas tanpa penghormatan, jelas pemerintah tidak menghargai peran pers,” kritiknya.

Ade menegaskan, protes ini bukan perkara teknis undangan semata, melainkan alarm keras agar Pemkot tidak menjadikan pers sekadar alat publikasi. “Kalau Pemkot Bekasi ingin bicara soal keterbukaan, hargailah dulu mitra pers. Jangan hanya ingat wartawan ketika butuh panggung, lalu memperlakukan kami seperti tamu tak penting,” pungkasnya.

Meski acara tetap digelar dengan dihadiri pejabat, organisasi masyarakat, dan tokoh publik, absennya Ketua PWI Bekasi Raya menjadi catatan kelam yang menodai forum konsultasi publik tersebut.(MDS)

Berita Terkait

Pemilihan BPD Serentak, Ketua Katar Kabupaten Bekasi: Jangan Asal Tunjuk!
Karang Taruna Kabupaten Bekasi Warning Pemilihan BPD: Jangan Main-main dengan Hukum dan Administrasi!
Panaskan Mesin Porprov, Pertina Kota Bekasi Jadi Satu-satunya Wakil Jabar di Piala Kasau
Internal PPP Kota Bekasi Bergejolak, 11 PAC Tolak Pergantian Ketua DPC
PERPANI Kota Bekasi Panaskan Mesin: Halal Bihalal Jadi Titik Konsolidasi Menuju Bekasi Open Archery Tournament 2026
Sardi Efendi Lebaran Bersama Warga, Silaturahmi Jadi Kekuatan Bekasi
MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi Gelar Ramadhan Berkah, Ariyes: Pemuda Pancasila Bukan Preman, Tapi Priman
Gema Ramadhan KPJ Bekasi: OI dan Fals Mania Hadirkan Seni, Solidaritas dan Santunan Yatim
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:53 WIB

Pemilihan BPD Serentak, Ketua Katar Kabupaten Bekasi: Jangan Asal Tunjuk!

Sabtu, 18 April 2026 - 19:19 WIB

Karang Taruna Kabupaten Bekasi Warning Pemilihan BPD: Jangan Main-main dengan Hukum dan Administrasi!

Kamis, 16 April 2026 - 17:48 WIB

Panaskan Mesin Porprov, Pertina Kota Bekasi Jadi Satu-satunya Wakil Jabar di Piala Kasau

Minggu, 12 April 2026 - 17:14 WIB

Internal PPP Kota Bekasi Bergejolak, 11 PAC Tolak Pergantian Ketua DPC

Minggu, 5 April 2026 - 14:10 WIB

PERPANI Kota Bekasi Panaskan Mesin: Halal Bihalal Jadi Titik Konsolidasi Menuju Bekasi Open Archery Tournament 2026

Berita Terbaru