RT, Tokoh, dan Warga Pondok Mitra Lestari Bersatu Hadapi Banjir Tanpa Menunggu Bantuan Pemkot

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI — Bencana tak mengenal jadwal. Ia tak peduli apakah perencanaan matang sudah siap atau belum, apakah anggaran sudah turun atau masih sekadar janji di ruang rapat. Bencana datang kapan saja — dan warga hanya punya dua pilihan: bertahan atau tenggelam.

Inilah realitas getir yang dihadapi warga Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan. Setiap musim hujan tiba, rumah-rumah mereka seakan berdiri di antara dua arus maut: Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi, yang akhirnya bermuara di Kali Bekasi — sungai yang kerap meluap tanpa kompromi.

Lelah menunggu aksi pemerintah yang tak kunjung datang, pengurus RT 05 RW 02 bersama masyarakat sekitar memilih untuk bergerak sendiri. Mereka meninggikan tanggul darurat di tepi sungai dengan tanah, lumpur, dan puing bangunan—bukan dengan beton atau alat berat, melainkan dengan tekad dan gotong royong.

Spanduk sederhana terbentang di pinggir sungai: “BUANG PUING GRATIS.” Bukan ajakan komersial, melainkan seruan darurat rakyat kecil yang ingin menyelamatkan kampungnya. Puing demi puing menjadi dinding penahan air. Tanah demi tanah menjadi benteng harapan.

Baca Juga :  Puteri Komarudin Tegaskan Empat Pilar di Sukajaya

“Pemerintah terus bicara anggaran, sementara air tak pernah menunggu,” ujar salah satu pengurus lingkungan dengan nada getir. “Pertanyaannya: apa harus warga tenggelam dulu baru anggaran turun?”

Area ini adalah titik lemah. Belum ada tanggul permanen, padahal setiap kali Kali Bekasi meluap, air selalu masuk lewat jalur ini. Rumah-rumah terendam, barang hanyut, kehidupan lumpuh. Namun di tengah ketidakpastian, warga membangun kepastian sendiri: bertahan hidup.

Ketua RT 005/002, Asep, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bentuk nyata kemandirian warga.

“Kalau kita hanya menunggu pemerintah, rumah kita sudah keburu tenggelam. Jadi warga harus mandiri. Ini bukan sekadar urusan puing dan tanggul — ini soal keselamatan,” ujarnya tegas di lokasi penimbunan tanggul darurat.

“Kita bergerak bersama, saling bantu. Ini kampung kita, siapa lagi yang akan peduli kalau bukan kita sendiri.”

Baca Juga :  Aksi Sosial Warnai Rangkaian Hari Pers Nasional Wartawan Bekasi Raya

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Bung Berti menyerukan agar kesadaran kolektif masyarakat ditumbuhkan.

“Kita jangan hanya berharap pada Pemkot. Pemerintah itu punya mekanisme panjang, sedangkan air datang cepat. Kalau rakyat bergerak, minimal kita selamatkan dulu kampung kita sendiri,” katanya, Jum’at(17.10/2025)

“Kemandirian ini bukan bentuk perlawanan, tapi seruan agar negara sadar: rakyat bukan beban, tapi pejuang.”

Warga Pondok Mitra Lestari sadar, bukan hanya air yang mengancam—melainkan kelambanan birokrasi. Maka, langkah kecil mereka di pinggir sungai itu sejatinya bukan sekadar urusan puing dan lumpur. Ia adalah simbol perlawanan rakyat kecil terhadap ketidakpedulian.

“Ini bukan proyek. Ini perjuangan,” kata seorang warga sambil mengangkat karung berisi tanah. “Kami tidak butuh janji, kami butuh tanggul.”

Mereka tidak sedang membangun infrastruktur megah. Mereka sedang menyusun benteng kehidupan dengan tangan sendiri, berharap suatu hari negara benar-benar hadir — bukan hanya lewat papan proyek dan janji yang meluap setiap musim banjir.(DM)

Berita Terkait

PPAT Baru Dilantik, BPN Kota Bekasi Tekankan Integritas
Brengkos Dibentuk, Bang Heri: Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat Bekasi
Lebih dari 100 Pengusaha Muda Kota Bekasi Upgrade Diri dan Bisnis Bersama HIPMI Lewat Semangat “Kudu Babarengan”
PWI Bekasi Raya Serukan Doa untuk Lima Jurnalis: Solidaritas Tak Berhenti di Ruang Redaksi
BPC HIPMI Kota Bekasi: Selamat untuk Pelantikan JAPNAS Bekasi, Saatnya Pengusaha Bersinergi
Kuasa Hukum Gandhi Bantah Dugaan Penipuan: Sengketa Utang Piutang, LP Dugaan Pemerasan Dilayangkan
PLN Re-Energize GI Jampang Kulon, Listrik Andal Buka Jalan Ekonomi Selatan Sukabumi
Dari Maulid hingga Aqiqah, H. Zaini Sidi Rajut Kebersamaan
Berita ini 334 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:54 WIB

PPAT Baru Dilantik, BPN Kota Bekasi Tekankan Integritas

Minggu, 13 September 2026 - 19:02 WIB

Brengkos Dibentuk, Bang Heri: Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat Bekasi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:16 WIB

Lebih dari 100 Pengusaha Muda Kota Bekasi Upgrade Diri dan Bisnis Bersama HIPMI Lewat Semangat “Kudu Babarengan”

Jumat, 11 September 2026 - 18:54 WIB

PWI Bekasi Raya Serukan Doa untuk Lima Jurnalis: Solidaritas Tak Berhenti di Ruang Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 12:09 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi: Selamat untuk Pelantikan JAPNAS Bekasi, Saatnya Pengusaha Bersinergi

Berita Terbaru