Patriot Palapa, Kota Bekasi — Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal SE, menegaskan bahwa pengabdian seorang anggota dewan tidak pernah mengenal kata jeda. Tidak ada batas jam kerja, tidak ada hari libur, dan tidak ada istilah tutup layanan bagi wakil rakyat yang sesungguhnya memahami makna amanah.
Pernyataan itu disampaikan Faisal dalam perbincangan hangat bersama jurnalis FHI, Senin (01/12.2025) di ruang kerjanya yang ia sebut sebagai “rumah aspirasi” bagi seluruh warga Kota Bekasi.
Kantor ini tidak pernah tutup untuk rakyat!
Dengan gaya bicara yang tenang namun tegas, Faisal menjelaskan bahwa setiap hari pintu kantornya selalu terbuka untuk warga. Tidak hanya pada jam dinas, bahkan seringkali hingga malam hari—ketika keluhan warga tak mungkin menunggu esok.
“Setiap hari kami menerima aduan masyarakat. Soal jalan rusak, air bersih, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan. Semua masuk ke meja kami. Karena kantor ini bukan ruang formalitas—ini tempat rakyat mencari jalan keluar,” ungkapnya.
Faisal menegaskan, tugas DPRD tidak sesempit rapat, paripurna, dan pengawasan. Di luar dokumen dan mikrofon, ada pekerjaan besar yang lebih penting: mendengar dan merasakan detak nadi masyarakat.
DPRD Menyalurkan, Pemkot Menjalankan
Dalam penjelasannya, Faisal mempertegas batas kewenangan agar publik memahami alur birokrasi dengan jernih.
“Pelaksanaan program, penggunaan anggaran, semua ada di eksekutif. Itu ranah Wali Kota dan dinas-dinas teknis. Kami di DPRD adalah jembatan: pengawas, pengarah, sekaligus pengawal aspirasi,” tegasnya.
Karena itulah, setiap aduan warga—kecil ataupun besar—akan dipilah, dicatat, dan disalurkan ke instansi terkait. Proses yang seringkali menguras energi, tetapi harus dilakukan karena menyangkut hak masyarakat.
Ajak Warga Lebih Berani dan Aktif Awasi Pemerintah
Dalam era keterbukaan informasi, Faisal mendorong publik untuk ikut menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurutnya, kontrol masyarakat adalah tameng terkuat demokrasi.
“Kalau ada dugaan pelanggaran, jangan sebatas cerita. Kumpulkan data, bukti, kronologi. Bawa ke kami. Kita kawal bersama sesuai aturan hukum,” katanya.
Pernyataan Faisal menegaskan bahwa partisipasi warga bukan hanya hak, tetapi kewajiban moral untuk menjaga Kota Bekasi tetap berada di jalur yang benar.
Membangun dari Hal Kecil, Menuju Kota yang Kuat
Faisal menutup pembicaraan dengan pesan yang menggugah, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Masalah besar tak akan selesai jika kita menunggu lompatan besar. Mulailah dari solusi kecil. Dari gerak yang konsisten. Karena pondasi terkuat adalah rakyat yang bersatu.”
Melalui komitmen yang nyaris tanpa hari libur itu, Faisal menunjukkan bahwa wakil rakyat bukan sekadar jabatan—melainkan tanggung jawab tanpa putus untuk menjaga harapan warga Kota Bekasi tetap menyala.
(DM)









