Warga RW 001,Tolak Penutupan Saluran Oleh PT PLN ULTG Harapan Indah

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HaBe Plus, Bekasi – Warga RT 007 RW 001 Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi menolak rencana penutupan saluran drainase warga yang masuk ke area ULTG Harapan Indah. Penolakan itu terlontar saat dilaksanakannya musyawarah antara PT PLN ULTG Harapan Indah dengan warga, Selasa (07/01/2026).

Seperti diketahui selama ini, warga RT 007 RW 001 berada di balik tembok Gardu Induk Bekasi, ketika hujan selalu kebanjiran akibat tidak adanya saluran drainase. Akibat persoalan itu, warga membuat saluran dengan pipa kecil menembus tembok dan mengalirkan air ke area PLN .

Dalam musyawarah yang dilaksanakan di Ruang Rapat ULTG Harapan Indah, terkuak rencana penutupan saluran milik warga setelah dikakukan audit oleh auditor di area ULTG yang menemukan adanya saluran milik warga. Dari temuan itu auditor meminta agar saluran drainase ditutup.

Randy PIC ULTG Harapan Indah yang mewakili managemen menambahkan, pihaknya tidak ingin hubungan perusahaannya dengan masyarakat menjadi kurang baik dengan persoalan ini, sehingga gelaran rapat menjadi solusi untuk mencari jalan terbaik dari persoalan yang ada.

Baca Juga :  Berkas Dua Pelaku Pengeroyokan Wartawan Dinyatakan P21, Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Lanjutkan Proses Hukum

“Ini jalan terbaik untuk mendengar langsung keinginan warga dari persoalan yang ada,” kata Randy.

Fredi Setiando K3L ULTG Harapan Indah menjelaskan, setiap tahun dilajukan audit di area tempat kerjanya. Hal ini, karena pada saat ini Gardu Induk Bekasi yang ada di bawah naungan PT PLN UPT Pulogadung merupakan objek nasional.

Sehingga untuk menjaga berbagai kemungkinan dilakukan antisipasi. Namun katanya atas kebijakan managemen musyawarah harus dikedepankan untuk mencari solusi terbaik.

“Musyawarah ini sebagai upaya mencari solusi terbaik agar hubungan dengan warga sekitar dapat kondusif,” kata Fredi.

Beberapa warga hang hadir dalam musyawarah itu meminta dan menolak rencana penutupan saluran drainase warga. Karena, jika sampai ditutup lingkungan rumah warga kebanjiran.

“Jangankan ditutup, tidak ditutup saja saat ini kami kebanjiran,” kata Zamhari warga RT 007.

Penolakan yang sama dilontarkan oleh Abid dan Santa, menurut mereka jika PLN menutup saluran drainase warga sama saja berusaha akan menenggelamkan warga ketika teejadi banjir.

Baca Juga :  Penyerapan Lambat, Pekerjaan Ngebut, Adhika: Aktivitas Warga Terganggu!

Ketua RW 001 Kelurahan Harapan Jaya, Alfiyan menjelaskan, persoalan saluran milik warga ini merupakan akses satu-satunya pembuangan yang menjadi andalan warga yang berada belakang tembok milik petusahaan negara ini.

“Musyawarah ini harus menghasilkan solusi terbaik. PLN tidak mesti mengambil sikap menutup saluran drainase warga, karena dampaknya luas,” kata Alfiyan.

Dikatakannya, jangan sampai dengan penutupan saluran drainase warga membuat hubungan menjadi tidak harmonis antara PLN dengan warga yang tinggal di RW 001, terutama dengan warga yang tinggal di balik tembok PLN.

“Jangan sampai terjadi konflik di tengah masyarakat. Berikan yang terbaik untuk warga. Tapi, jika PLN memaksakan menutup saluran drainase, tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik,” kilah Alfiyan.

Diharapkan Alfiyan, notulen rapat bersama warga ini menjadi dasar untuk pengambilan keputusan yang terbaik oleh PLN. Dan diharapkan di sampaikan ke level pemegang keputusan dengan satu tujuan menghindari kemungkinan yang tidak baik, seperti terjadinya konflik dengan masyarakat. /Red (SUR)

Berita Terkait

SP 2 Lid Dinilai Prematur, Pemohon Minta Hakim Perintahkan Penyelidikan Polres Metro Bekasi Kota Dibuka Kembali
SP3 Dipersoalkan, Kuasa Hukum Lambok Nababan Minta Pengadilan Uji Keabsahan Penyidikan
Di Tengah Tantangan Ekonomi, Tiberias Pilih Bergerak dan Berbagi
Eks Caketum PBB 2025 Henriko Siagian Perkuat PSI Bekasi, Fokus Rekrut Anggota dan Pengabdian Sosial
Siapakah Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi?
Dari Bulungan ke Kota Bekasi: KPJ Konsolidasi, Solidaritas Menguat
Resmi Dibuka, Bekasi Open Archery Tournament 2026 Jadi Panggung Nasional dan Motor Ekonomi Kota Bekasi
Ketua DPRD Sambangi Markas Seniman Jalanan Kota Bekasi, Lapangan Multiguna Jadi Simbol Seni dan Olahraga Hidup Berdampingan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:56 WIB

SP 2 Lid Dinilai Prematur, Pemohon Minta Hakim Perintahkan Penyelidikan Polres Metro Bekasi Kota Dibuka Kembali

Senin, 29 Juni 2026 - 15:12 WIB

SP3 Dipersoalkan, Kuasa Hukum Lambok Nababan Minta Pengadilan Uji Keabsahan Penyidikan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:49 WIB

Di Tengah Tantangan Ekonomi, Tiberias Pilih Bergerak dan Berbagi

Senin, 1 Juni 2026 - 00:11 WIB

Eks Caketum PBB 2025 Henriko Siagian Perkuat PSI Bekasi, Fokus Rekrut Anggota dan Pengabdian Sosial

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:14 WIB

Dari Bulungan ke Kota Bekasi: KPJ Konsolidasi, Solidaritas Menguat

Berita Terbaru

News

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Sabtu, 18 Jul 2026 - 19:22 WIB

Gereja Tiberias Indonesia

Di Tengah Tantangan Ekonomi, Tiberias Pilih Bergerak dan Berbagi

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:49 WIB