Patriot Palapa News, Kota Bekasi — Prestasi di tingkat nasional menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Bekasi dalam menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Setelah sukses meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 19–25 Oktober 2026 di Pluit Village Mall, Jakarta Utara, Pertina Kota Bekasi kini mengalihkan fokus untuk memburu prestasi di kandang sendiri.
Ketua Pertina Kota Bekasi, Ricky Suhendar S.E., M.Si. , menegaskan optimisme bahwa para petinju Kota Bekasi mampu kembali bersaing memperebutkan gelar juara umum pada Porprov Jawa Barat 2026.
Bahkan, ia memasang target ambisius dengan membidik 7-8 medali emas dari 24 nomor pertandingan yang dipersiapkan.
Optimisme tersebut disampaikan Ricky saat berbicara mengenai kesiapan atlet, evaluasi hasil kejuaraan nasional, serta program pemusatan latihan menjelang pertandingan cabang olahraga tinju yang dijadwalkan berlangsung pada 11–19 November 2026.
“Kalau target yang ditetapkan KONI memang lima medali emas. Tetapi, melihat potensi dan kemampuan anak-anak, saya optimistis kita bisa mendapatkan hasil lebih baik. Harapan saya, 7-8 medali emas bisa kita raih dari 24 pertandingan yang diikuti,” ujar Ricky Suhendar.
Menurutnya, pengalaman bertanding di kejuaraan nasional menjadi modal berharga bagi para atlet untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi. Para petinju telah mendapatkan kesempatan mengukur kemampuan, mengasah mental, sekaligus mengenali karakter lawan dari berbagai daerah.
Juara Umum Kejurnas Jadi Modal Kepercayaan Diri
Keberhasilan Pertina Kota Bekasi meraih gelar juara umum Kejurnas menjadi bukti potensi atlet yang perlu terus dikembangkan.
Dalam kejuaraan tersebut, para petinju Kota Bekasi berhasil menyumbangkan enam medali emas. Mereka bersaing dengan atlet dari 17 provinsi dan 54 kabupaten/kota se-Indonesia.
Prestasi itu kemudian mendapat apresiasi melalui penyerahan simbolis penghargaan oleh Wali Kota Bekasi kepada para atlet. Gelar juara umum yang sebelumnya diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pertina Kota Bekasi.
Bagi Ricky, capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, prestasi nasional itu harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas latihan dan kesiapan mental menghadapi Porprov.
Ia menilai, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan. Seorang petinju juga harus memiliki stamina prima, ketahanan mental, disiplin, serta kemampuan membaca gaya bertarung lawan.
“Di atas ring, kita harus melihat mental anak-anak, stamina, dan bagaimana karakter lawannya. Mereka harus mampu menyesuaikan strategi dengan kemampuan lawan yang dihadapi,” jelasnya.
Karena itu, program training center menjadi bagian penting dari persiapan menjelang pertandingan. Melalui pemusatan latihan, tim pelatih dapat mengevaluasi perkembangan atlet, memperbaiki kekurangan, serta mematangkan strategi bertanding.
Ricky juga memperhatikan masa pemulihan atlet setelah menjalani kompetisi nasional. Menurutnya, kebugaran fisik harus kembali optimal agar para petinju dapat tampil maksimal selama Porprov.
Kabupaten Bogor Jadi Kompetitor yang Diperhitungkan
Dalam persaingan menuju gelar juara umum, Ricky menyebut Kabupaten Bogor sebagai salah satu kompetitor yang patut diperhitungkan.
Namun, ia percaya diri bahwa para petinju Kota Bekasi memiliki potensi untuk bersaing dengan daerah lain.
Terlebih, Porprov 2026 memiliki arti tersendiri karena Kota Bekasi mendapat kesempatan menjadi tuan rumah setelah penantian panjang.
Momentum tersebut diharapkan mampu membangkitkan motivasi atlet untuk mempersembahkan prestasi terbaik bagi daerahnya.
“Tentu menjadi tuan rumah memberikan semangat tersendiri. Ini momentum yang sangat berharga bagi Kota Bekasi. Kami ingin para atlet tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk masyarakat,” ungkap Ricky.
Menurutnya, dukungan sebagai tuan rumah harus diterjemahkan menjadi energi positif, bukan beban yang justru mengganggu konsentrasi atlet.
Karena itu, Pertina terus membangun suasana latihan yang kondusif agar para petinju dapat berfokus pada persiapan pertandingan.
Kekompakan Pengurus Menjadi Kekuatan Tim
Di balik persiapan atlet, Ricky menekankan pentingnya kekompakan antara pengurus, pelatih, dan para petinju.
Ia mengakui bahwa pembinaan olahraga membutuhkan dukungan yang tidak sedikit, mulai dari kebutuhan nutrisi, vitamin, pemulihan fisik, hingga fasilitas latihan.
Di tengah keterbatasan dukungan anggaran yang belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan atlet, Pertina berupaya menjaga semangat kebersamaan untuk memenuhi kebutuhan persiapan tim.
Menurut Ricky, kebutuhan atlet tidak bisa dipandang sebatas tersedianya makanan sehari-hari. Asupan protein, susu, ikan, vitamin, dan kebutuhan nutrisi lainnya juga perlu diperhatikan untuk menunjang kebugaran serta pemulihan tubuh.
“Di Pertina, kami membangun sistem kekeluargaan. Pengurus, pelatih, dan atlet saling melengkapi. Kami memahami bahwa kebutuhan atlet cukup banyak, sehingga kekompakan menjadi kekuatan untuk memastikan mereka bisa mempersiapkan diri dengan baik,” tuturnya.
Ia berharap dukungan terhadap pembinaan tinju terus diperkuat, termasuk melalui partisipasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap prestasi olahraga Kota Bekasi.
Bagi Ricky, keberhasilan atlet bukan hanya hasil kerja keras di tempat latihan, tetapi juga buah dari ekosistem pembinaan yang saling mendukung.
Mengajak Masyarakat Menjadi Bagian dari Perjuangan
Menjelang pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 11–19 November 2026, Ricky mengajak masyarakat Kota Bekasi memberikan dukungan dan doa bagi para petinju yang akan berlaga.
Ia berharap atmosfer Porprov sebagai ajang olahraga terbesar tingkat provinsi dapat menghadirkan antusiasme masyarakat, terutama ketika atlet-atlet Kota Bekasi berjuang di atas ring.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Kota Bekasi. Atlet tinju kita akan bertanding pada 11–19 November. Dukungan masyarakat tentu menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak untuk memberikan penampilan terbaik,” katanya.
Ia juga membuka ruang bagi berbagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah, perangkat daerah, maupun pihak lain yang ingin berpartisipasi dalam mendukung kebutuhan atlet.
Bagi Pertina Kota Bekasi, target 10 medali emas bukan sekadar angka yang ingin dicapai. Target tersebut merupakan tantangan untuk membuktikan bahwa prestasi di tingkat nasional dapat menjadi fondasi menuju keberhasilan di tingkat provinsi.
Dengan bekal enam medali emas Kejurnas, pemusatan latihan, evaluasi teknis, dan semangat kebersamaan, Ricky berharap para petinju mampu menjaga konsistensi hingga hari pertandingan.
Kini, setelah membuktikan kemampuan di arena nasional, para petinju Kota Bekasi bersiap menghadapi ujian berikutnya: mempertahankan kehormatan tuan rumah dan memperjuangkan gelar juara umum Porprov Jawa Barat 2026.
Sebab, bagi Pertina Kota Bekasi, kemenangan bukan hanya tentang medali yang dibawa pulang, tetapi juga tentang kerja keras, kebersamaan, dan kebanggaan membawa nama daerah ke podium tertinggi.
(DMS)









