Pengamat Ekonomi: Program Tebus Murah Mengancam Pedagang Kecil

- Jurnalis

Selasa, 1 Oktober 2024 - 02:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

“Pastinya bantuan atau program tebus murah tersebut dipastikan bakal mengancam pendapatan pedagang kecil. Terlebih bantuan tersebut dipastikan dalam partai besar dan tentunya si calon tersebut langsung membelinya kepada distributor. Lain soal jika barang tebus murah tersebut dibeli pedagang setempat,” -Khudori, Pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)-

 

 

-Bekasi Kota-

 

Pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengungkapkan bahwa program tebus murah sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) yang dilakukan oleh salah satu calon kepala daerah Kota Bekasi dipastikan akan berdampak terhadap pendapatan bagi pedagang kecil.

“Meski tidak berlangsung lama, tapi dipastikan sangat berdampak bagi pedagang. Khususnya terhadap komoditi yang masuk dalam tebus murah yang dilakukan oleh kontestan pilkada tersebut,” kata Khudori melalui sambungan teleponnya kepada Mediakarya, Ahad (27/10/2024).

Baca Juga :  DPRD Kota Bekasi Kritisi Rapor Merah TPST Bantargebang, Gilang Esa Mohamad: Kritik Publik itu Vitamin!

Terutama, kata Khudori, bagi pedagang ayam yang memang tidak bertahan lama. Terlebih jika tidak memiliki Freezer (lemari pendingin) ketika ayamnya tak terjual lantaran minat masyarakat menurun karena adanya pembagian ayam tebus murah oleh salah satu cakada, maka akan menjadi kerugian tersendiri bagi pedagang ayam.

Menurut dia program itu sebenarnya dilematis, bagi rakyat miskin memang dibutuhkan bantuan seperti ini, tapi jika dilakukan hanya di saat momentum politik itu tidak benar. Artinya program tebus murah itu ternyata hanya untuk menarik simpati agar memilih calon tertentu pada Pilkada nanti.

Baca Juga :  Pasca Banjir Kota Bekasi: Berbenah atau Pindah

“Pastinya bantuan atau program tebus murah tersebut dipastikan bakal mengancam pendapatan pedagang kecil. Terlebih bantuan tersebut dipastikan dalam partai besar dan tentunya si calon tersebut langsung membelinya kepada distributor. Lain soal jika ayam tersebut dibeli pedagang setempat,” katanya.

Khudari juga meminta kepada penyelenggara Pilkada Kota Bekasi dalam hal Bawaslu untuk segera melakukan pengawasan dan mengkaji ulang program tebus murah yang dilakukan oleh salah satu cakada Kota Bekasi tersebut.(Red)

 

Berita Terkait

Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas
Bukan Sekadar Janji, Samuel Sitompul Realisasikan Lapangan dan Dukung Kas RT-RW
PKB Kota Bekasi Perkuat Sinergi Media dan Program Kerakyatan
Oloan Nababan Tegaskan Pokir DPRD Masih Ada, Banjir dan PJU Jadi Prioritas Aspirasi Warga Bojongmenteng
Oloan Nababan Serap Aspirasi Warga Pengasinan, Banjir Jadi Persoalan Utama
Rudy Heryansah Kawal Aspirasi, Perjuangkan Kebutuhan Warga
Sardi Efendi Tegaskan Pokir Reses Tetap Ada, Pembangunan Kota Bekasi Harus Berkelanjutan
TPU Bekasi Barat Kian Mendesak, Reses, Bang Gilang Dorong Pansus dan Pengadaan Lahan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Bukan Sekadar Janji, Samuel Sitompul Realisasikan Lapangan dan Dukung Kas RT-RW

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:56 WIB

PKB Kota Bekasi Perkuat Sinergi Media dan Program Kerakyatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Oloan Nababan Tegaskan Pokir DPRD Masih Ada, Banjir dan PJU Jadi Prioritas Aspirasi Warga Bojongmenteng

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Oloan Nababan Serap Aspirasi Warga Pengasinan, Banjir Jadi Persoalan Utama

Berita Terbaru