Patriot Palapa News, Kota Bekasi – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Barat 2026, Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Bekasi terus mematangkan persiapan atlet dan kontingen.
Konsolidasi pengurus yang digelar Kamis (1/10/2026) menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan atlet, pelatih, peralatan, konsumsi bergizi, vitamin hingga dukungan teknis lainnya sebelum para petinju memasuki fase persiapan akhir.
Ketua Pertina Kota Bekasi Ricky Suhendar, S.E., M.Si., mengatakan secara umum kesiapan cabang olahraga tinju telah maksima. Sebanyak 24 petinju dari 24 kelas telah didaftarkan untuk memperkuat kontingen Kota Bekasi.
“Pelatih dan atlet sudah siap. Tinggal kami sebagai pengurus mempersiapkan kontribusinya, terutama pemenuhan kebutuhan anak-anak, mulai dari peralatan, vitamin, makanan bergizi dan kebutuhan selama training camp,” ujar Ricky.
Menurutnya, persiapan atlet tinju tidak cukup hanya mengandalkan latihan fisik dan teknik. Asupan nutrisi juga menjadi bagian penting karena para atlet membutuhkan kondisi tubuh yang prima hingga hari pertandingan.
“Kami tidak ingin anak-anak kekurangan gizi atau lemas saat persiapan. Mereka membutuhkan makanan yang benar-benar bergizi, seperti daging, susu, ikan, sayuran dan buah,” jelasnya.
Bidik Lima Medali Emas
Dengan 24 petinju yang dipersiapkan, Pertina Kota Bekasi menargetkan mampu menyumbangkan sekitar lima medali emas bagi kontingen Kota Bekasi pada PORPROV Jabar 2026.
Ricky menyebut target tersebut menjadi motivasi bersama, meski pihaknya tetap menekankan pentingnya mengoptimalkan kemampuan atlet di setiap kelas.
“Target yang kami sampaikan kepada KONI sekitar lima emas. Mudah-mudahan bisa tercapai, bahkan kalau bisa lebih. Kami akan optimalkan karena kelas yang kami ikuti cukup banyak,” katanya.
Ia menambahkan, prestasi tinju Kota Bekasi dalam berbagai ajang sebelumnya menjadi modal sekaligus motivasi bagi para atlet untuk kembali memberikan hasil terbaik.
Bukan Sekadar Bertanding, Tapi Menyiapkan Masa Depan Atlet
Di balik persiapan menuju arena pertandingan, Pertina Kota Bekasi juga memikirkan masa depan para atlet.
Ricky berharap prestasi olahraga dapat menjadi salah satu pintu bagi atlet berprestasi untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah mereka tidak lagi berada di puncak karier olahraga.
“Kami berharap pemerintah memberikan apresiasi kepada atlet berprestasi. Kalau sudah waktunya bekerja, mereka bisa mendapatkan peluang melalui jalur prestasi, baik kesempatan usaha maupun peluang bekerja di lingkungan pemerintah, BUMD atau jalur lainnya sesuai ketentuan,” tuturnya.
Menurut Ricky, perhatian terhadap masa depan atlet penting agar perjuangan mereka di arena tidak berhenti ketika pertandingan selesai.
Sebab, seorang atlet bukan hanya sedang mengejar medali. Ia juga sedang membangun masa depannya.
Peralatan dan Dukungan Masih Menjadi Perhatian
Pertina Kota Bekasi juga masih melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait pemenuhan sarana dan prasarana latihan serta kebutuhan kontingen.
Ricky mengakui dukungan anggaran menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperkuat mengingat pelaksanaan PORPROV semakin dekat.
“Kami berharap KONI bisa memberikan dukungan secara maksimal, terutama karena waktunya sudah semakin dekat. Training camp dan kebutuhan persiapan atlet sangat penting,” katanya.
Untuk lokasi pertandingan, Pertina Kota Bekasi juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait venue dan aspek keamanan. Menurut Ricky, cabang olahraga tinju membutuhkan pengaturan venue yang serius karena karakter pertandingan yang melibatkan kontak fisik.
Ajak Masyarakat Bergerak Lewat Olahraga
Lebih jauh, Ricky mengajak masyarakat Kota Bekasi ikut memberikan dukungan kepada para atlet yang akan membawa nama daerah di PORPROV Jabar 2026.
Ia berharap masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga menjadikan momentum PORPROV sebagai inspirasi untuk semakin aktif berolahraga.
“Kami berharap masyarakat Kota Bekasi ikut mendukung dan memeriahkan PORPROV, menjaga keamanan dan stabilitas selama kegiatan. Mudah-mudahan PORPROV juga menjadi pengaruh positif agar masyarakat semakin aktif berolahraga,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga bukan sekadar pertandingan dan perolehan medali. Aktivitas olahraga juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat, aktif dan produktif.
Di atas ring, para petinju bertarung membawa nama Kota Bekasi. Di luar ring, mereka mengajarkan satu hal sederhana: kemenangan selalu dimulai dari keberanian untuk berlatih, disiplin untuk bertahan, dan dukungan untuk terus melangkah.
(DMS)









