Bekasi Kota Bergerak Cegah Thalasemia: Puskesmas Duren Jaya di Garda Terdepan

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Bekasi — Puskesmas Duren Jaya menunjukkan langkah nyata dalam menjaga kesehatan generasi muda dengan melaksanakan kegiatan deteksi dini thalasemia bagi siswa kelas 7 dari enam sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah kerjanya, Jumat–Sabtu (30–31 Oktober 2025).

 

Kegiatan yang diikuti oleh 534 siswa ini merupakan bagian dari program nasional Cegah Thalasemia Sejak Dini yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Thalasemia sendiri merupakan penyakit kelainan genetik pada sel darah merah yang menyebabkan umur sel darah menjadi lebih pendek dari normal. Penyakit ini tidak menular, namun dapat diturunkan dari kedua orang tua kepada anak-anak mereka.

Penyandang thalassemia mayor harus menjalani transfusi darah seumur hidup. Karenanya, upaya pencegahan melalui deteksi dini menjadi langkah penting untuk menekan angka kelahiran bayi dengan thalasemia baru.

 

534 Siswa Disaring, 48 Terindikasi Anemia

Dalam kegiatan skrining awal, tim kesehatan menemukan 48 siswa terindikasi anemia dengan kadar hemoglobin (Hb) di bawah 12 g/dL — terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 30 siswi perempuan.

Baca Juga :  Kanit Samsat Kota Bekasi, AKP Yuli Wrestiyarini,S.E . Menerap kan Wajib Pajak yang Masuk Samsat Kota Bekasi Wajib Gunakan ID Card

Mereka kemudian dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan darah lanjutan di laboratorium Puskesmas Duren Jaya.

“Setelah hasil lab kami peroleh, bagi siswa yang hasilnya menunjukkan indikasi perlu pemeriksaan lanjutan, sampel darah akan segera dikirim ke RSUD Chasbullah Abdulmadjid (CAM) di hari yang sama. Kami ingin memastikan proses ini cepat, akurat, dan tuntas,” jelas drg. Ria Joesriati, Kepala Puskesmas Duren Jaya.

 

Kolaborasi Kesehatan yang Menyentuh Sekolah

Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari Kepala Puskesmas, dokter umum, penanggung jawab program Anak Usia Sekolah dan Remaja, penanggung jawab program Thalasemia, serta petugas laboratorium.

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara terkoordinasi di sekolah-sekolah binaan wilayah Duren Jaya.

Menurut drg. Ria, kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan anak bangsa.

“Anak-anak adalah investasi masa depan. Melalui deteksi dini thalasemia, kami ingin memastikan generasi Bekasi tumbuh sehat, kuat, dan bebas dari risiko penyakit genetik yang bisa dicegah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, penting bagi setiap orang tua untuk memahami bahwa pencegahan jauh lebih murah dan lebih mulia dibanding pengobatan.

Baca Juga :  Anggota Komisi II DPRD Minta Walikota Bekasi Sampaikan Data Kerusakan dan Kerugian Akibat Banjir

“Dengan mengetahui status pembawa sifat (carrier) sejak dini, kita bisa mencegah terjadinya pernikahan sesama pembawa sifat yang berpotensi menurunkan thalasemia mayor. Ini adalah edukasi kesehatan sekaligus tanggung jawab sosial,” tambahnya.

 

Wujud Nyata Komitmen Kesehatan Publik

Puskesmas Duren Jaya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam pencegahan thalasemia dan peningkatan kesehatan anak usia sekolah.

Program seperti ini tidak hanya menekan angka kasus thalasemia di masa depan, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan genetik.

“Kami ingin Puskesmas hadir bukan hanya ketika warga sakit, tapi sebelum mereka jatuh sakit. Kesehatan adalah hak setiap anak, dan tugas kami adalah memastikan hak itu terpenuhi,” pungkas drg. Ria.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa upaya kecil di tingkat wilayah bisa membawa dampak besar bagi masa depan generasi muda Kota Bekasi. Dengan sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan dukungan orang tua, mimpi menuju Bekasi Sehat bukan sekadar slogan—tapi kenyataan yang sedang dikerjakan hari demi hari.(DM)

Berita Terkait

SP 2 Lid Dinilai Prematur, Pemohon Minta Hakim Perintahkan Penyelidikan Polres Metro Bekasi Kota Dibuka Kembali
SP3 Dipersoalkan, Kuasa Hukum Lambok Nababan Minta Pengadilan Uji Keabsahan Penyidikan
Di Tengah Tantangan Ekonomi, Tiberias Pilih Bergerak dan Berbagi
Eks Caketum PBB 2025 Henriko Siagian Perkuat PSI Bekasi, Fokus Rekrut Anggota dan Pengabdian Sosial
Siapakah Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi?
Dari Bulungan ke Kota Bekasi: KPJ Konsolidasi, Solidaritas Menguat
Resmi Dibuka, Bekasi Open Archery Tournament 2026 Jadi Panggung Nasional dan Motor Ekonomi Kota Bekasi
Ketua DPRD Sambangi Markas Seniman Jalanan Kota Bekasi, Lapangan Multiguna Jadi Simbol Seni dan Olahraga Hidup Berdampingan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:56 WIB

SP 2 Lid Dinilai Prematur, Pemohon Minta Hakim Perintahkan Penyelidikan Polres Metro Bekasi Kota Dibuka Kembali

Senin, 29 Juni 2026 - 15:12 WIB

SP3 Dipersoalkan, Kuasa Hukum Lambok Nababan Minta Pengadilan Uji Keabsahan Penyidikan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:49 WIB

Di Tengah Tantangan Ekonomi, Tiberias Pilih Bergerak dan Berbagi

Senin, 1 Juni 2026 - 00:11 WIB

Eks Caketum PBB 2025 Henriko Siagian Perkuat PSI Bekasi, Fokus Rekrut Anggota dan Pengabdian Sosial

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:31 WIB

Siapakah Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi?

Berita Terbaru

Gereja Tiberias Indonesia

Di Tengah Tantangan Ekonomi, Tiberias Pilih Bergerak dan Berbagi

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:49 WIB