Target PAD 90%, Alit: Sekarang Baru 71%, Mutasi Sudah Jalan, Kinerja Harus Gaspol, Bukan Melambat!

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa, Kota Bekasi — Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, memberikan evaluasi tajam terhadap kinerja Pemerintah Kota Bekasi terkait serapan APBD 2025 dan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hingga November masih jauh dari target ideal.

Berdasarkan laporan yang diterima DPRD, serapan APBD baru mencapai 57%, sementara capaian PAD dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) baru berada di angka 71% memasuki pekan ketiga November.

Dengan waktu yang sangat terbatas menuju tutup tahun, Alit menilai optimisme Pemkot harus dibarengi realita lapangan dan kerja konkret.

“Sah saja optimis, tapi tetap harus realistis. Bulan sudah tinggal hitungan hari, serapan 57% dan PAD 71% itu sudah menunjukkan ada persoalan serius,” tegas Alit.

 

Target 90% Serapan APBD Dinilai Sulit Tercapai

Pemkot melalui BPKAD memproyeksikan serapan APBD dapat menembus 89–90% hingga akhir tahun. Namun Alit menilai proyeksi tersebut tidak cukup hanya menjadi angka optimistis tanpa melihat kondisi faktual.

“November sudah di ujung. Kalau mau ke 90%, kurangnya masih terlalu besar. Realitanya—banyak kegiatan baru mulai, banyak paket belum jalan, dan kondisi ekonomi masyarakat sedang tertekan,” ujar Alit.

Ia menyoroti bahwa penurunan konsumsi rumah tangga dan melemahnya aktivitas ekonomi turut berdampak pada penerimaan PAD sektor restoran, hotel, hingga PBJT (Pajak Barang dan Jasa Tertentu).

Baca Juga :  PERPANI Kota Bekasi Panaskan Mesin: Halal Bihalal Jadi Titik Konsolidasi Menuju Bekasi Open Archery Tournament 2026

 

SILPA Tinggi, Tanda Gagalnya Perencanaan

Alit juga menyoroti potensi SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang besar pada penghujung tahun. Ia menegaskan, SILPA bukan prestasi, melainkan cermin gagalnya perencanaan dan eksekusi program Pemkot.

“SILPA itu normatif dalam laporan keuangan. Tapi kalau terlalu besar, itu bukan prestasi. Itu bukti perencanaan tidak matang dan eksekusi tidak maksimal,” katanya.

Alit mengingatkan bahwa program pembangunan yang tidak terserap akan berdampak langsung kepada masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur dasar.

 

Rotasi Pejabat Harusnya Mempercepat, Bukan Memperlambat

Alit juga mempertanyakan lambannya kinerja OPD setelah gelombang rotasi-mutasi pejabat di Bapenda, BMSDA, dan dinas teknis lainnya.

“Pejabat baru harus lebih baik dari pejabat sebelumnya. Harusnya energi baru, bukan justru memperlambat. Mutasi itu bukan dekorasi, tapi untuk meningkatkan performa,” tegasnya.

Ia menilai Bapenda harus lebih agresif, inovatif, dan melakukan akselerasi terhadap potensi PAD baru, bukan hanya mengandalkan pola lama.

 

Instruksi: Operasi Sisir Harian untuk Menemukan Potensi PAD Baru

Alit mencontohkan sektor restoran, hotel, hingga parkir sebagai sektor yang seharusnya mampu berkontribusi besar — tetapi banyak potensi yang belum tergarap.

“Restoran banyak yang buka, hotel bertambah. Tapi kontribusi pajaknya tidak optimal. Operasi sisir harus dilakukan setiap hari di tiap kecamatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Sidak Wali Kota Ungkap Fakta: Proyek Tanpa Izin Lolos dari Pengawasan Pemkot Bekasi

Menurut Alit, alasan klasik seperti “usaha tutup” atau “lesunya daya beli” tidak sepenuhnya tepat, karena fakta lapangan menunjukkan justru banyak usaha baru bermunculan.

 

Pembangunan Lamban, Aspirasi Warga Tersandera 2–3 Tahun

Poin paling keras disampaikan Alit terkait lambannya realisasi pembangunan infrastruktur di wilayah dapilnya. Banyak proyek lingkungan seperti normalisasi saluran, perbaikan jalan, hingga pembangunan drainase yang tidak kunjung berjalan, bahkan tertunda lebih dari dua tahun.

“Aspirasi warga itu dititipkan ke dewan untuk diperjuangkan. Sudah masuk KUA–PPAS, sudah masuk APBD, tapi tidak jalan juga. Itu artinya ada masalah serius di pejabat teknis,” kata Alit.

Ia menyebut, persoalan berubah-ubahnya nomenklatur kegiatan di tengah tahun membuat kegiatan makin lambat dan merugikan masyarakat.

“Masyarakat sudah menunggu. Tapi kalau nomenklatur berubah terus, ya kapan mau dikerjakan?” tambahnya.

 

Komisi III: Siap Evaluasi dan Beri Sanksi Kinerja

Komisi III memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja OPD terkait PAD dan infrastruktur. Jika progress tidak sesuai, DPRD siap memberi rekomendasi tegas.

“Kami lihat dulu sampai akhir Desember. Kalau target 90% itu tidak tercapai dan PAD tidak naik signifikan, tentu akan ada catatan besar untuk pejabat terkait,” ujar Alit.

(ADV/DPRD)

Berita Terkait

Eks Caketum PBB 2025 Henriko Siagian Perkuat PSI Bekasi, Fokus Rekrut Anggota dan Pengabdian Sosial
Siapakah Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi?
Dari Bulungan ke Kota Bekasi: KPJ Konsolidasi, Solidaritas Menguat
Resmi Dibuka, Bekasi Open Archery Tournament 2026 Jadi Panggung Nasional dan Motor Ekonomi Kota Bekasi
Ketua DPRD Sambangi Markas Seniman Jalanan Kota Bekasi, Lapangan Multiguna Jadi Simbol Seni dan Olahraga Hidup Berdampingan
Gladi Resik Tuntas, Bekasi Open Archery Tournament 2026 Siap Dibuka Besok
HIPMI Bekasi Didorong Lebih Agresif Berkontribusi, Wali Kota Tantang Pengusaha
Pemilihan BPD Serentak, Ketua Katar Kabupaten Bekasi: Jangan Asal Tunjuk!
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:11 WIB

Eks Caketum PBB 2025 Henriko Siagian Perkuat PSI Bekasi, Fokus Rekrut Anggota dan Pengabdian Sosial

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:31 WIB

Siapakah Sosok Teladan di Balik Gemilangnya Olahraga Kota Bekasi?

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:14 WIB

Dari Bulungan ke Kota Bekasi: KPJ Konsolidasi, Solidaritas Menguat

Senin, 27 April 2026 - 10:45 WIB

Resmi Dibuka, Bekasi Open Archery Tournament 2026 Jadi Panggung Nasional dan Motor Ekonomi Kota Bekasi

Minggu, 26 April 2026 - 17:29 WIB

Ketua DPRD Sambangi Markas Seniman Jalanan Kota Bekasi, Lapangan Multiguna Jadi Simbol Seni dan Olahraga Hidup Berdampingan

Berita Terbaru