Patriot Palapa News, Depok — Kekalahan bukanlah akhir dari perjuangan. Bagi tim basket Kota Bekasi, hasil kurang memuaskan pada laga pembuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 justru menjadi alarm untuk berbenah, memperkuat koordinasi, dan menemukan kembali ritme permainan terbaik.
Setelah kalah dari Kota Cirebon, tim kepelatihan langsung melakukan evaluasi menyeluruh. Hasilnya mulai terlihat pada pertandingan kedua ketika basket putra Kota Bekasi berhasil mengatasi Kabupaten Bandung. Kemenangan itu menjadi suntikan kepercayaan diri menjelang laga berikutnya.
Pelatih Basket Kota Bekasi, August Leo Lumban Gaol, menjelaskan bahwa persoalan utama pada pertandingan pertama bukan terletak pada kemampuan individu pemain, melainkan pemahaman terhadap sistem pertahanan dan ketepatan rotasi antarpemain.
“Setelah kami mengalami kekalahan melawan Kota Cirebon, kami tim kepelatihan mengevaluasi lebih kepada sistem defense dan rotasi defense anak-anak. Secara prinsip, skill anak-anak oke, cuma pemahaman dan rotasi defense-nya yang masih kurang sehingga pada game pertama kami kecolongan,” ujar August Leo, didampingi ofisial Basket Kota Bekasi, Bambang Widiyanto, di sela-sela latihan di GOR Basket Tole Iskandar Park, Kota Depok, Rabu (4/11/2026).
Evaluasi itu tidak berhenti pada instruksi di ruang latihan. Para pemain diajak memahami kesalahan, membaca pergerakan lawan, dan membangun komunikasi yang lebih solid ketika bertahan. Sebab, dalam pertandingan basket, pertahanan bukan sekadar tugas satu atau dua pemain, melainkan kerja kolektif yang menuntut setiap atlet memahami perannya.
Perubahan tersebut membuahkan hasil saat menghadapi Kabupaten Bandung. Para pemain mampu menerapkan arahan tim kepelatihan dan membawa pulang kemenangan.
“Bersyukurnya, di game kedua kita melawan Kabupaten Bandung, anak-anak bisa memberikan yang terbaik, mengikuti arahan-arahan pelatih, dan kita bisa ambil poin saat melawan Kabupaten Bandung,” katanya.
Kemenangan itu menjadi bukti bahwa evaluasi yang dijalankan secara disiplin dapat membantu tim memperbaiki performa. Namun, pekerjaan rumah masih terbentang, terutama menjelang pertandingan berikutnya.
Rotasi pertahanan dan foul jadi perhatian
Menghadapi laga melawan Kota Tasikmalaya untuk tim basket putra serta Kabupaten Bandung Barat untuk tim basket putri pada Kamis (5/11/2026), skuad Kota Bekasi terus mematangkan persiapan.
Latihan intensif diarahkan pada penyempurnaan sistem bertahan dan menyerang, dengan perhatian khusus terhadap rotasi defense, situasi bola mati, serta pengendalian pelanggaran atau foul yang tidak perlu.
August Leo menilai transisi dari bertahan ke menyerang sudah menjadi salah satu kekuatan timnya. Akan tetapi, kelemahan dalam mengantisipasi bola mati dan kecenderungan melakukan foul yang sebenarnya dapat dihindari masih harus diperbaiki.
“Paling lebih ke pemahaman saat bola-bola mati, karena kelemahan kita sementara ini tentang bola mati. Kalau untuk transisi dari defense ke offense, kita luar biasa secara statistik. Cuma untuk foul-foul yang tidak guna, terkadang anak-anak menganggap remeh hal-hal seperti itu,” jelasnya.
Dalam pertandingan dengan persaingan ketat, pelanggaran yang tidak perlu dapat merugikan tim, memberikan kesempatan kepada lawan untuk mencetak poin, sekaligus mengganggu momentum permainan. Karena itu, disiplin dan ketenangan menjadi bagian penting dari persiapan.
Tim kepelatihan juga memanfaatkan rekaman pertandingan sebagai bahan evaluasi. Selama dua hari terakhir, para pemain menjalani video review untuk mengidentifikasi kesalahan ketika menghadapi Kota Cirebon, kemudian memperbaikinya saat melawan Kabupaten Bandung.
“Selama dua hari ini kita melakukan video review, melihat apa kesalahan anak-anak sehingga kita bisa mengevaluasi. Dan saat melawan Kabupaten Bandung, anak-anak bisa menerapkan apa yang menjadi kekurangan kita,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa persiapan tim tidak hanya bertumpu pada latihan fisik dan teknik. Pemahaman taktik, kemampuan membaca situasi, dan kesediaan belajar dari kekalahan juga menjadi bekal untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Dua belas pemain, satu semangat kompetisi
Di balik upaya membangun permainan yang lebih solid, kedalaman skuad menjadi modal penting bagi Basket Kota Bekasi. Setiap tim diperkuat 12 pemain dengan kualitas yang dinilai relatif merata.
August Leo menegaskan, timnya tidak mengenal pembagian pemain utama dan pelapis secara kaku. Setiap atlet memiliki peluang untuk tampil, bergantung pada performa, kesiapan, dan kebutuhan strategi tim.
“Secara garis besar, skill anak-anak Kota Bekasi cukup merata. Jadi, bisa dikatakan tidak ada first layer atau second layer. Di internal Kota Bekasi sendiri sudah terjadi kompetisi yang sehat. Setiap posisi ada dua atlet. Jadi, kalau kamu tidak perform, akan ada atlet lain yang mengambil posisi kamu,” pungkasnya.
Persaingan sehat di dalam tim menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas permainan. Setiap pemain dituntut terus berkembang, sementara staf kepelatihan memiliki pilihan untuk menyesuaikan komposisi pemain sesuai kebutuhan pertandingan.
Menjelang laga berikutnya, semangat Basket Kota Bekasi bertumpu pada satu prinsip: kekurangan harus diperbaiki, kemenangan harus dijadikan motivasi, dan perjuangan tidak boleh berhenti sebelum pertandingan usai.
Porprov XV Jawa Barat 2026 masih menyisakan tantangan. Bagi skuad basket Kota Bekasi, setiap menit di lapangan menjadi kesempatan untuk membuktikan hasil kerja keras mereka.
Dengan evaluasi yang terus berjalan, koordinasi yang semakin matang, dan kompetisi sehat di antara para pemain, Basket Kota Bekasi berupaya menjaga asa untuk terus melangkah dan mengharumkan nama Kota Patriot.
(DMS)









