Penyerapan Lambat, Pekerjaan Ngebut, Adhika: Aktivitas Warga Terganggu!

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa, Kota Bekasi – Rencana Pemerintah Kota Bekasi menata ulang trotoar di sejumlah titik kembali menuai sorotan publik. Pasalnya, di berbagai ruas jalan, masih terlihat reklame—baik berizin maupun tidak—yang berdiri tepat di atas jalur pedestrian dan mengganggu kenyamanan warga.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Adhika Dirgantara, menegaskan bahwa penataan trotoar harus dilakukan secara total dan tidak boleh tebang pilih.

“Kalau bicara penataan, maka harus konsisten. Jika ada reklame berdiri di trotoar dan mengganggu pejalan kaki, ya harus ditertibkan. Mau berizin atau tidak berizin, kalau melanggar, bongkar,” tegasnya di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga :  PMI Kabupaten Bekasi Gelar JUMBARA 2025: Ajang Kebersamaan, Pengabdian, dan Semangat Kemanusiaan

Adhika menilai trotoar merupakan ruang aman bagi pejalan kaki, bukan tempat pemasangan tiang reklame yang mengorbankan hak publik. Ia meminta Pemkot Bekasi menunjukkan keberanian dan ketegasan dalam menjalankan aturan.

 

Kritik Keras: “Kenapa Semua Dikerjakan di Ujung Tahun?”

Dalam kesempatan itu, legislator muda tersebut juga mengkritik pola kerja Pemkot Bekasi yang selalu didominasi penyerapan anggaran di penghujung tahun. Akibatnya, pembangunan infrastruktur serba tergesa dan justru mengganggu aktivitas warga.

“Galian, perbaikan saluran, perbaikan jalan—semuanya muncul di akhir tahun. Itu mengganggu mobilitas warga. Ini harus jadi evaluasi serius,” ujarnya.

Baca Juga :  August Run, Pemanasan BPC HIPMI Kota Bekasi Jelang HIPMI Run 2026

Menurut Adhika, pola seremonial pembangunan jelang tutup anggaran hanya menunjukkan kelemahan perencanaan dan lemahnya manajemen proyek.

 

“Kalau Mau Menata Kota, Mulai dari Keberanian Menegakkan Aturan”

Adhika menegaskan bahwa wajah Kota Bekasi tidak akan berubah hanya dengan membangun, tetapi dengan menegakkan aturan—terutama terkait pemanfaatan ruang publik.

Ia menutup pernyataannya dengan tegas:

“Jangan ragu. Kalau reklame mengganggu, bongkar. Kalau pembangunan menghambat warga, perbaiki perencanaannya. Kota ini butuh ketegasan, bukan alasan.”

(DM)

Berita Terkait

Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas
Bukan Sekadar Janji, Samuel Sitompul Realisasikan Lapangan dan Dukung Kas RT-RW
PKB Kota Bekasi Perkuat Sinergi Media dan Program Kerakyatan
Oloan Nababan Tegaskan Pokir DPRD Masih Ada, Banjir dan PJU Jadi Prioritas Aspirasi Warga Bojongmenteng
Oloan Nababan Serap Aspirasi Warga Pengasinan, Banjir Jadi Persoalan Utama
Rudy Heryansah Kawal Aspirasi, Perjuangkan Kebutuhan Warga
Sardi Efendi Tegaskan Pokir Reses Tetap Ada, Pembangunan Kota Bekasi Harus Berkelanjutan
TPU Bekasi Barat Kian Mendesak, Reses, Bang Gilang Dorong Pansus dan Pengadaan Lahan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Bukan Sekadar Janji, Samuel Sitompul Realisasikan Lapangan dan Dukung Kas RT-RW

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:56 WIB

PKB Kota Bekasi Perkuat Sinergi Media dan Program Kerakyatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Oloan Nababan Tegaskan Pokir DPRD Masih Ada, Banjir dan PJU Jadi Prioritas Aspirasi Warga Bojongmenteng

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Oloan Nababan Serap Aspirasi Warga Pengasinan, Banjir Jadi Persoalan Utama

Berita Terbaru