Patriot Palapa News, Bekasi Raya– Solidaritas insan pers tidak mengenal sekat organisasi maupun perusahaan media. Ketika keselamatan rekan seprofesi dipertaruhkan, para jurnalis kembali berdiri dalam satu barisan.
Semangat itulah yang terlihat dalam seruan doa untuk lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Bukan hanya anggota PWI Bekasi Raya, doa dan dukungan juga datang dari kawan-kawan jurnalis yang tergabung dalam berbagai media di wilayah Bekasi Raya dan dipimpin oleh Ustadz Hendra Raharja dari Majelis Jangkar Samudra Ujung Harapan Bekasi.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan kelima jurnalis tersebut.
“Semoga mereka selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan keselamatan, dan segera ditemukan dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Ade.
Lima jurnalis yang menjadi perhatian dalam seruan solidaritas tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari Pewarta Foto Antara, Arie Basuki dari Pewarta Foto Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari Pewarta Foto iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal, jurnalis freelance.
Bagi Ade, persoalan keselamatan jurnalis bukan hanya menjadi urusan organisasi profesi atau perusahaan tempat mereka bekerja.
Ini adalah persoalan kemanusiaan.
Sebab di balik sebuah berita terdapat manusia yang bekerja di lapangan. Mereka membawa kamera, alat perekam dan catatan, tetapi juga membawa risiko ketika menjalankan tugas jurnalistik.
“Teman-teman jurnalis Bekasi Raya hari ini menunjukkan bahwa solidaritas pers masih hidup. Kita boleh berbeda media dan organisasi, tetapi ketika menyangkut keselamatan rekan seprofesi, kita harus bersatu,” kata Ade.
Menurutnya, profesi jurnalistik memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi kepada publik. Karena itu, keselamatan jurnalis yang menjalankan tugas harus menjadi perhatian bersama.
Kamera boleh berbeda. Logo media boleh berbeda. Kartu pers boleh berbeda. Tetapi ketika keselamatan seorang jurnalis terancam, rasa kemanusiaan menyatukan semuanya.
Ade berharap upaya pencarian dan proses untuk memastikan keberadaan kelima jurnalis tersebut dapat dilakukan secara maksimal oleh pihak-pihak terkait.
Ia juga mengajak seluruh anggota PWI Bekasi Raya serta komunitas dan jejaring jurnalis di Bekasi Raya untuk terus memberikan dukungan moral dan tidak berhenti mendoakan keselamatan mereka.
Sebab bagi insan pers, solidaritas bukan hanya muncul ketika sebuah berita menjadi perhatian.
Solidaritas justru diuji ketika seorang kawan sedang berada dalam situasi yang paling membutuhkan dukungan.
Hari ini, doa menjadi cara paling sederhana untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri.
Lima jurnalis. Lima keluarga yang menunggu kabar. Dan ribuan doa yang berharap satu hal: mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Pulanglah dengan selamat. Kawan-kawan jurnalis Bekasi Raya menunggu.”(DMS)









