Penggiat Lingkungan Sodorkan Rapor Merah Bantargebang ke DPRD, Latu: “Rapor Merah Ini Harus Dijawab Pemerintah, Kami Akan Kawal!”

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa, Kota Bekasi — Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary S.Sn, menegaskan bahwa rapor merah pengelolaan sampah Bantargebang yang disampaikan aliansi penggiat lingkungan bukan sekadar kritik, tetapi alarm besar yang harus menjadi dasar perbaikan perjanjian kerja sama (PKS) baru antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi.

Rapor merah tersebut lahir dari pembacaan masyarakat atas PKS Bantargebang tahun 2021—dokumen yang dianggap sudah tidak relevan dengan kenyataan lapangan yang penuh persoalan ekologis, sosial, dan kesehatan.

“Masukan masyarakat sangat jelas: fakta-fakta di lapangan tidak sesuai PKS yang sekarang. Semua kritik ini kami terima, dan sudah saya sampaikan langsung kepada Wali Kota dalam Paripurna,” ujar Latu Har Hary.

PKS Bantargebang yang berjalan saat ini akan berakhir 26 Oktober 2026. Komisi II menilai bahwa ini momen penting untuk menata ulang mekanisme kerja sama secara total.

 

PKS Baru 2026: Komisi II Desak Perbaikan Fondasional

Latu Har menjelaskan bahwa inti pembahasan bersama aliansi lingkungan adalah bagaimana seluruh temuan dan keluhan warga dapat masuk dalam PKS yang baru.

“Harapan kami jelas: PKS berikutnya harus jauh lebih kuat, lebih berpihak pada warga terdampak, dan menyelesaikan persoalan sampah Kota Bekasi secara nyata,” tegasnya.

Beberapa catatan penting yang harus masuk ke PKS baru antara lain:

1. Perlindungan warga terdampak sampah

Sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan.

2. Mekanisme kompensasi yang transparan

Didasarkan tonase aktual sampah DKI—karena ini menentukan besaran dana kompensasi (bau & dampak).

Baca Juga :  LAKI dan PWI Bekasi Raya Bentuk Tim Investigasi Independen Program CSR di Kota Bekasi

3. Penegasan kewenangan & tanggung jawab Pemkot Bekasi

Termasuk mitigasi dampak dan pemulihan lingkungan.

4. Penegakan larangan open dumping

Aturan yang sudah berlaku sejak 2013, namun tidak pernah disosialisasikan dan dikawal dengan baik.

“Kami akan rumuskan rekomendasi resmi Komisi II kepada Pemkot Bekasi. Detailnya akan jadi kewenangan pemerintah kota karena domain PKS ada di eksekutif,” tambahnya.

 

Suara Penggiat Lingkungan: “Investigasi Menyeluruh! Warga Tidak Tahu Apa Dampaknya Selain Bau dan Nama Jelek”

Perwakilan penggiat lingkungan Bantargebang menyampaikan realitas pahit di lapangan.

Mereka menegaskan bahwa:

Definisi dampak tidak pernah disosialisasikan.

Warga tidak tahu risiko kesehatan jangka panjang.

Aturan open dumping dibiarkan tanpa pengawasan.

Kompensasi tidak jelas lintasan penganggarannya.

Banyak warga hanya menerima bau, risiko penyakit, dan stigma sosial.

“Sebelum perbaikan, koreksi dulu PKS yang lama. Investigasi menyeluruh Bantargebang–Sumur Batu harus dilakukan. Warga cuma penerima dampak, tapi tidak pernah diberi penjelasan tentang dampaknya,” tegas juru bicara.

Mereka juga meminta:

audit kompensasi,

audit tonase,

audit penggunaan dana dampak,

dan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan PKS 2026.

 

“Semuanya Serba Terselubung”: Warga Buta Informasi Dampak Sampah

Juru bicara menegaskan bahwa warga terdampak bahkan tidak tahu dampak apa saja yang mereka hadapi selain bau menyengat dan situasi lingkungan yang semakin rusak.

“Coba tanya warga: apa dampaknya? Mereka tidak tahu. Tidak ada sosialisasi apapun. Seolah semua serba tertutup,” ujarnya.

Baca Juga :  Bersama Warga Disaat Banjir, Gilang M2: Saya Merasakan Kesusahan Masyarakat

Bahkan kompensasi pun tidak jelas:

berapa anggaran yang dikirim DKI,

berapa yang masuk Kota Bekasi,

berapa yang sampai ke warga.

“Jangan tanya cukup atau tidak. Bedah dulu definisi kompensasi dan alur anggarannya. Setelah itu baru kita bicara cukup,” katanya.

 

Catatan Audit Ekologi: “Pohon Kami yang Tanam, Pemerintah di Mana?”

Penggiat lingkungan juga menyinggung minimnya perhatian Pemkot Bekasi terhadap pemulihan ekologis di sekitar Bantargebang dan Sumur Batu.

“Kami masyarakat yang tanam pohon untuk pemulihan TPS. Seharusnya pemerintah yang memimpin, tapi justru masyarakat yang bergerak sendiri,” kritik mereka.

Mereka menegaskan bahwa:

aspek ekologi,

aspek pendapatan,

dan penanganan sampah

adalah tiga hal yang harus dipisahkan tetapi harus dikelola secara terintegrasi.

 

Komisi II: “Ini Kerja Panjang, Tapi Kami Tidak Akan Diam”

Menanggapi permintaan investigasi menyeluruh, Komisi II membuka diri dan menyebut bahwa proses analisis PKS akan dilakukan bertahap.

“Ada 23 pasal PKS lama, baru 7 yang terbedah. Ini perjalanan panjang, tapi kami akan kawal. Penyempurnaan nanti dilakukan bersama-sama,” kata Latu Har.

Ia juga menyinggung masalah psikologis warga:

“Warga hidup dalam ketidakpastian. Semua serba tertutup. Ini yang kami ingin ubah di PKS baru.”

 

Komisi II DPRD Kota Bekasi memastikan bahwa:

rekomendasi akan dirumuskan,

masukan warga akan dibawa,

dan PKS baru 2026 akan dikawal ketat.

“Kami ingin PKS 2026 memihak warga terdampak, memperkuat perlindungan lingkungan, dan menyelesaikan masalah sampah secara struktural,” tegas Latu.

(DM)

Berita Terkait

PKB Kota Bekasi Bidik Pimpinan DPRD/Wali Kota Pemilu 2029, Syaiful Huda: Tingkatkan Capaian!
Kasus Ponpes Bekasi, Bang Madong: Tindak Tegas Pelaku, Lindungi Masa Depan Santri
Sardi Efendi Berdialog di Forum Intelektual Muda, Dewa Rangga: Kritik Harus Berbasis Fakta
Namanya Disebut Dalam Bursa Wabup Bekasi, Waras Wasisto: Partai yang Menentukan
Waras Wasisto Jadi Perbincangan Bursa Wakil Bupati Bekasi, Pengalaman Dua Periode di DPRD Jabar Jadi Sorotan
HIPMI Bekasi Bidik Peluang Pasar dan Investasi di Business Matching Day
Sundung Sihombing Pimpin BSSLT Bekasi Raya 2026–2030, Perkuat Persaudaraan dan Karya Nyata
Temy Hermanto: Proyek Rp100 Miliar Jadi Momentum Pengusaha Muda Bekasi Naik Kelas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:15 WIB

PKB Kota Bekasi Bidik Pimpinan DPRD/Wali Kota Pemilu 2029, Syaiful Huda: Tingkatkan Capaian!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Kasus Ponpes Bekasi, Bang Madong: Tindak Tegas Pelaku, Lindungi Masa Depan Santri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sardi Efendi Berdialog di Forum Intelektual Muda, Dewa Rangga: Kritik Harus Berbasis Fakta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Namanya Disebut Dalam Bursa Wabup Bekasi, Waras Wasisto: Partai yang Menentukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Waras Wasisto Jadi Perbincangan Bursa Wakil Bupati Bekasi, Pengalaman Dua Periode di DPRD Jabar Jadi Sorotan

Berita Terbaru