Serapan Jeblok, Bang Gilang: Yang Dirugikan Itu Masyarakat!

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patriot Palapa Kota Bekasi — Anggota DPRD Kota Bekasi H. Gilang Esa Mohamad, dari Komisi II, melontarkan evaluasi keras terkait rendahnya serapan anggaran sejumlah dinas teknis pada tahun 2025.  Ditemui usai paripurna, Kamis (27/11/2025), Gilang menyebut bahwa “rapor merah” serapan anggaran bukan sekadar soal administrasi, tetapi berdampak langsung pada tertundanya layanan publik dan pembangunan di tingkat masyarakat.

“Ini yang dirugikan bukan kami. Yang dirugikan itu masyarakat. Harusnya program sudah berjalan, sudah bisa dinikmati warga, tapi karena dinasnya tidak gaspol, pembangunan tersendat,” tegas Gilang.

Ia menilai beberapa program sudah berubah nomenklatur sejak pertengahan tahun — sebuah mekanisme yang sah menurut aturan Mendagri — namun pelaksanaannya justru lemah.
“Kalau sudah diubah, ya langsung belanjakan. Jangan menunggu waktu habis,” ujarnya.

 

Evaluasi Keras Komisi II: Pelayanan Harus Cepat, Birokrasi Jangan Memperlambat

Sebagai komisi yang membidangi urusan pelayanan publik di sektor tata ruang, lingkungan hidup, dan perhubungan tertentu, Gilang memaparkan berbagai temuan lapangan:

 

Dinas Tata Ruang – Relatif Baik Tapi Butuh Percepatan

Gilang mengapresiasi respons cepat Dinas Tata Ruang dalam urusan:

Perizinan PBG

Peninjauan ulang SLF

Akses pemanfaatan lahan untuk RW

Koordinasi teknis dengan BPKAD.

Namun ia menekankan bahwa percepatan masih menjadi tuntutan masyarakat.

 

Dinas Lingkungan Hidup – Sorotan Tajam Soal Pungli & Tertib Sampah

Baca Juga :  Pj Gani Tertibkan APK Pada Masa Tenang Bersama Bawaslu dan Forkopimda Kota Bekasi

Inilah sektor yang paling ia sorot keras. Gilang secara terbuka menyebut banyak aduan soal pungutan liar dalam urusan sampah.
Bahkan ia sendiri pernah menjadi korban.

“Kalau saya saja kena pungli, apalagi masyarakat biasa?” katanya.
Menurutnya, pungli terjadi karena tata kelola sampah yang tidak tertib dari hulu hingga hilir.

Gilang menegaskan DLH harus:

Mereformasi birokrasi internal

Memperkuat pengawasan bidang Wasdal

Menertibkan TPS liar seperti yang terjadi di Jaka Sampurna

Mengedukasi pemilahan sampah sejak tingkat RT–RW

Mengoptimalkan bank sampah dan edukasi lingkungan

“Sampah salah kelola sedikit, bisa merusak generasi 10–20 tahun ke depan.”

 

Persoalan Mobil Sampah, Aset Bolong, dan Prioritas yang Melenceng

Gilang mengkritisi tajam kondisi operasional armada sampah PLN:

“Mobil sampah bolong-bolong, tapi kita menyewa mobil listrik. Apa masuk akal?”

Menurutnya, banyak aset hilang atau tak terurus, sehingga perlu pengawasan lebih ketat.
Ia menegaskan:

Prioritas APBD harus untuk layanan dasar, bukan proyek pencitraan

Aset negara harus dijaga, bukan dipinjamkan sembarangan

Pengawasan DPRD akan diperketat di 2026

 

Energi Sampah Jadi Energi Listrik: Mendukung, Tapi Jangan Membebani APBD

Gilang menyatakan dukungan pada program nasional konversi sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy), seperti arahan Presiden.

Namun ia menegaskan syarat ketat:

Baca Juga :  Dilantik Menjadi Ketua Perpani Kota Bekasi Periode 2024-2028, Sardi Efendi Optimis Bisa Menyumbang Emas Porprov Jabar 2026

Tidak boleh membebani APBD berlebihan

Tidak boleh merusak lingkungan

DPRD harus terlibat dalam setiap tahap

Pemerintah harus transparan dalam kerja sama investasi

“Investasi harus fair. Jangan sampai pemerintah atau rakyat nanti yang menanggung beban 20 tahun ke depan.”

 

Masalah Lahan Hingga Sengketa Aset: DPRD Harus Dilibatkan

Gilang memaparkan ada kasus PKS (perjanjian kerja sama) antara Pemkot dengan pengembang yang ternyata lahannya bermasalah.

“Tanah yang dikira clear, ternyata sengketa. Investornya rugi, pemerintah juga rugi. Bangunannya harus dibongkar. Aset negara hilang.”

Ia mendesak seluruh proses pembelian tanah harus melibatkan DPRD & pendampingan hukum untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

 

Pesan Keras Bang Gilang: Birokrasi Harus Bersih, 2026 Tidak Boleh Lagi Ada Program Mangkrak

Menutup podcast, Gilang menyampaikan pesan tegas kepada dinas-dinas mitra Komisi II:

“Kami bukan musuh. Pengawasan kami justru untuk melindungi Bapak/Ibu dari temuan BPK dan kasus hukum. Tolong jangan memperlambat pelayanan. 2026 harus bersih dan bergerak cepat.”

Untuk Pemerintah Kota:

Pastikan vendor pembangunan kompeten

Perbaiki sistem pengawasan layanan publik

Libatkan DPRD dalam investasi besar agar tidak terjadi kerugian daerah

Untuk masyarakat:

“Kritik dan saran itu vitamin bagi saya. Saya ingin amanah, istiqomah, dan makin galak mengawal anggaran agar Bekasi makin baik.”(ADV/DPRD)

Berita Terkait

Panaskan Mesin Porprov, Pertina Kota Bekasi Jadi Satu-satunya Wakil Jabar di Piala Kasau
Internal PPP Kota Bekasi Bergejolak, 11 PAC Tolak Pergantian Ketua DPC
PERPANI Kota Bekasi Panaskan Mesin: Halal Bihalal Jadi Titik Konsolidasi Menuju Bekasi Open Archery Tournament 2026
Sardi Efendi Lebaran Bersama Warga, Silaturahmi Jadi Kekuatan Bekasi
MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi Gelar Ramadhan Berkah, Ariyes: Pemuda Pancasila Bukan Preman, Tapi Priman
Gema Ramadhan KPJ Bekasi: OI dan Fals Mania Hadirkan Seni, Solidaritas dan Santunan Yatim
Ramadhan Berkah: Dua Saudara Group Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim
Bangun Sinergi Media, Dewan Provinsi Faisyal: Media Mitra Strategis Demokrasi Lokal!
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:48 WIB

Panaskan Mesin Porprov, Pertina Kota Bekasi Jadi Satu-satunya Wakil Jabar di Piala Kasau

Minggu, 12 April 2026 - 17:14 WIB

Internal PPP Kota Bekasi Bergejolak, 11 PAC Tolak Pergantian Ketua DPC

Minggu, 5 April 2026 - 14:10 WIB

PERPANI Kota Bekasi Panaskan Mesin: Halal Bihalal Jadi Titik Konsolidasi Menuju Bekasi Open Archery Tournament 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 10:12 WIB

Sardi Efendi Lebaran Bersama Warga, Silaturahmi Jadi Kekuatan Bekasi

Senin, 16 Maret 2026 - 22:34 WIB

MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi Gelar Ramadhan Berkah, Ariyes: Pemuda Pancasila Bukan Preman, Tapi Priman

Berita Terbaru